RI News Portal. Padang Panjang, 27 Januari 2026 – Sebanyak 448 warga Kota Padang Panjang menerima suntikan bantuan sosial bernilai strategis dari pemerintah pusat. Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) senilai Rp1,09 miliar tersebut disalurkan oleh Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor, Kementerian Sosial RI, sebagai upaya konkret pemulihan dan pemberdayaan kelompok rentan.
Penyerahan simbolis dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (27/1), dengan Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno, Romal Uli Jaya Sinaga, menyerahkan langsung bantuan kepada Pemerintah Kota Padang Panjang yang diwakili Wakil Wali Kota, Allex Saputra.
Dalam paparannya, Romal menjelaskan bahwa bantuan Atensi didesain secara komprehensif, tidak sekadar bantuan konsumtif. Bantuan tersebut mencakup empat klaster utama: perlengkapan penunjang hunian (kamar dan dapur), paket nutrisi, alat bantu bagi penyandang disabilitas, serta yang paling krusial adalah bantuan modal usaha kewirausahaan bagi pedagang kecil.

“Pergunakanlah bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban 448 masyarakat penerima manfaat,” pesan Romal. Ia menekankan bahwa penyaluran ini merupakan buah sinergi erat dengan pemerintah daerah, dan berharap bantuan usaha dapat secara langsung meningkatkan pendapatan keluarga penerima.
Di sisi penerima, Wawako Allex Saputra menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa kehadiran program Atensi memiliki makna filosofis yang dalam. “Ini bukan hanya transfer barang atau dana, tetapi lebih dari itu, merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok yang paling memerlukan perlindungan sosial,” ujarnya.
Allex kemudian menyampaikan pesan kritis kepada para penerima manfaat. Ia mengingatkan agar bantuan, terutama modal usaha, dikelola dengan penuh tanggung jawab dan kejelian. “Kami ingatkan, bantuan kewirausahaan ini harus menjadi batu loncatan menuju kemandirian. Gunakan secara bijak sebagai modal awal membangun usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.
Pernyataan Wawako tersebut mengarah pada pesan inti yang disampaikan pemerintah daerah: transisi dari bantuan menuju kemandirian. “Ingatlah bahwa bantuan ini adalah penyemangat, bukan ketergantungan. Pemerintah hadir untuk mendampingi, namun semangat, usaha, dan doa tetap menjadi kunci utama dalam memperbaiki taraf kehidupan,” tutur Allex.
Ke depan, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat pra-sejahtera. Harapannya, intervensi sosial berbasis pemberdayaan seperti Atensi ini dapat menjadi salah satu pengungkit dalam percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih inklusif di Kota Padang Panjang.
Pewarta : Datuk Hermanto

