RI News Portal. Safi, 16 Desember 2025 – Dalam menghadapi dampak banjir bandang yang dipicu oleh hujan deras mendadak pada Minggu, 14 Desember 2025, Rumah Sakit Mohammed V di Safi telah mengimplementasikan protokol tanggap darurat secara penuh untuk menangani korban yang terdampak. Langkah ini mencerminkan kesiapsiagaan institusi kesehatan dalam merespons bencana alam yang semakin sering terjadi di wilayah pesisir Maroko, di tengah pola cuaca ekstrem yang dipengaruhi oleh perubahan iklim.
Direktur rumah sakit, Khalid Iazza, menyatakan bahwa aktivasi rencana darurat ini melibatkan mobilisasi total sumber daya manusia, termasuk dokter, perawat, dan staf pendukung. Seluruh personel dikerahkan untuk memastikan kelancaran operasional, dengan penekanan pada ketersediaan fasilitas logistik esensial. Rumah sakit telah mengalokasikan 50 tempat tidur khusus untuk kasus emergensi, dengan opsi ekspansi ke unit lain jika diperlukan, guna mengantisipasi lonjakan pasien akibat kondisi cuaca yang tidak stabil.
Iazza menekankan bahwa infrastruktur diagnostik dan penunjang tetap berfungsi optimal, mencakup perangkat pemindaian CT, radiologi, ultrasonografi, serta laboratorium analisis darah. Tidak ada indikasi kekurangan peralatan, yang didukung oleh stok logistik tambahan seperti tempat tidur portabel dan perlengkapan medis pendukung. Untuk memperkuat tim medis, rumah sakit merekrut kembali spesialis tambahan, yaitu lima dokter unit gawat darurat, dua anestesiolog, satu ortopedi, dan satu neurobedah, sehingga meningkatkan kapasitas penanganan kasus kompleks seperti trauma dan komplikasi terkait paparan dingin ekstrem.

Data awal menunjukkan bahwa hingga pukul 18.00 pada hari kejadian, unit gawat darurat telah menerima 61 pasien. Dua di antaranya memerlukan perawatan intensif dengan kondisi stabil, sementara 18 kasus lainnya melibatkan hipotermia parah akibat terpapar air banjir dan suhu rendah. Pada Senin pagi berikutnya, mayoritas pasien menunjukkan pemulihan yang baik: 13 telah dipulangkan, lima masih dalam pengamatan lanjutan, dan kedua pasien di unit intensif memperlihatkan progres positif, dengan prognosis keluar pada malam hari atau hari selanjutnya.
Penanganan ini menggarisbawahi pentingnya koordinasi cepat dalam sistem kesehatan publik Maroko menghadapi risiko banjir bandang, yang sering kali muncul secara tiba-tiba di daerah rawan seperti provinsi Safi. Kesiapan rumah sakit tidak hanya meminimalkan risiko sekunder bagi korban, tetapi juga menjadi model bagi institusi serupa dalam mengelola krisis lingkungan yang semakin intens. Situasi saat ini terkendali sepenuhnya, memungkinkan penyediaan layanan medis berkualitas bagi semua yang membutuhkan, meski ancaman cuaca buruk masih dipantau ketat.
Pewarta : Miftahkul Ma’na

