RI News Portal. Padang, 3 Januari 2026 – Di awal tahun baru, Kota Padang, Sumatera Barat, kembali diterpa bencana alam yang memaksa ribuan warga mengungsi. Kantor Pertolongan dan Pencarian setempat mengerahkan tim untuk mengevakuasi penduduk yang terjebak genangan air akibat luapan sungai-sungai utama, termasuk Sungai Kuranji dan Batang Arau. Operasi ini berlangsung dramatis, dengan personel menggunakan perahu karet untuk menjangkau rumah-rumah yang terisolir, di mana ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di beberapa kawasan.
Proses evakuasi dimulai sejak Jumat pagi, 2 Januari, ketika curah hujan tinggi memicu banjir susulan di berbagai distrik. Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menyatakan bahwa timnya berhasil menyelamatkan ratusan warga dari lokasi rawan seperti Tabiang Banda Gadang di Nanggalo, Dadok Tunggul Hitam, Kurao Pagang, Pasar Lalang Belimbing, dan Pauh. “Warga terpaksa bertahan di rumah karena genangan air yang mengancam keselamatan mereka,” ujarnya, seraya menekankan betapa pentingnya respons cepat untuk menghindari korban jiwa. Di kawasan Lubuk Buaya, misalnya, evakuasi berlanjut hingga larut malam, dengan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, aparat keamanan, serta relawan lokal seperti Komunitas Siaga Bencana dan Pramuka.
Banjir ini tidak hanya menimbulkan kepanikan di kalangan penduduk, tetapi juga memutus akses jalan utama, meninggalkan sekitar 50 kepala keluarga terisolir di wilayah Pauh dan sekitarnya. Visual dari lokasi menunjukkan air berwarna cokelat keruh yang deras mengalir, merendam permukiman dan memaksa warga naik ke atap rumah atau berdiri di genangan sambil menunggu bantuan. Di Pasar Lalang Belimbing, Kecamatan Kuranji, arus deras bahkan mengancam struktur bangunan, menyebabkan histeria di antara penduduk yang khawatir rumah mereka ambruk.

Dari perspektif akademis, banjir berulang di Padang bukan sekadar fenomena musiman, melainkan hasil interaksi antara faktor alam dan aktivitas manusia. Curah hujan ekstrem, yang dipengaruhi perubahan iklim global, memperburuk kondisi topografi kota yang berada di dataran rendah dengan banyak sungai hulu dari pegunungan. Namun, penyebab utama adalah degradasi lingkungan: alih fungsi hutan di daerah hulu, pembukaan lahan untuk pemukiman dan pertanian, serta sedimentasi sungai akibat erosi tanah. Studi menunjukkan bahwa kehilangan tutupan hutan meningkatkan limpasan air permukaan, membuat banjir bandang semakin sering dan parah. Di Padang Pariaman dan sekitarnya, sedimentasi semakin memperburuk drainase, sementara erupsi Gunung Marapi baru-baru ini menambah material vulkanik yang mempercepat luapan.
buatkan saya berita jurnalistik akademis relevan dengan versi media on-line dan buat berbeda dengan media on-line yang sudah ada serta tanpa tabel dan tanpa menyebut platform media, tentang : Kantor Pertolongan dan Pencarian (SAR) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengerahkan personel untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Padang, Jumat (2/1). “Proses evakuasi terus dilakukan bagi warga yang terjebak musibah banjir di Padang menggunakan perahu karet,” kata Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik di Padang, Sabtu. Salah satu lokasi evakuasi yang dilakukan oleh tim, yakni kawasan Tabiang Banda Gadang, Nanggalo, Kota Padang. Ia menjelaskan proses evakuasi menggunakan perahu karet itu berlangsung dramatis, ketika personel mendatangi rumah warga.
Baca juga : Polres Kebumen Sukses Ungkap Tiga Kasus Pencurian Berbeda di Akhir 2025
Pasalnya, warga tidak bisa ke mana-mana akibat tingginya genangan air di lingkungan pemukiman sehingga mereka bertahan di rumah. Warga terpaksa bertahan karena tidak memungkinkan menembus genangan air yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan diri masing-masing. “Setelah dievakuasi dari rumah, warga tersebut langsung dibawa oleh personel ke tempat yang lebih aman,” katanya. Proses evakuasi terus dilakukan oleh Tim SAR Padang hingga Jumat (2/1), sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah di kawasan Tabiang Banda Gadang, tim melanjutkan evakuasi ke perumahan Hannah Asri, Lubuk Buaya Padang yang juga terdampak banjir. Banjir di Kota Padang itu dipicu tingginya curah hujan sejak Jumat (2/1) pagi yang mengakibatkan sungai-sungai meluap hingga air menggenangi pemukiman, sedangkan ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi. Hingga sekitar pukul 19.40 WIB, hujan masih turun dengan intensitas sedang hingga lebat. Pihaknya mengimbau warga tetap waspada banjir. Proses evakuasi berlangsung di berbagai lokasi di Kota Padang, di antaranya kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kurao Pagang, Pasar Lalang Belimbing, dan Pauh. Evakuasi tidak hanya dilakukan oleh personel SAR Padang, akan tetapi juga BPBD Padang, Satpol-PP, TNI, Polri, Komunitas Siaga Bencana (KSB), Dubalang Pemkot Padang, relawan, Pramuka, dan lainnya.
Pewarta : Sami S

