RI News Portal. Brebes – Suasana pagi yang biasanya tenang di area persawahan Desa Rungkang, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, mendadak berubah mencekam pada Senin, 2 Februari 2026. Sekitar pukul 08.00 WIB, sekelompok petani yang hendak memulai aktivitas harian menemukan seorang pria dalam kondisi mengenaskan: tangan dan kaki terikat tali, tubuh berselimut lumpur kering, serta wajah penuh bekas kotoran tanah.
Penemuan tersebut langsung memicu kepanikan di kalangan warga setempat. Mereka segera menghubungi perangkat desa untuk menangani situasi yang tak biasa itu. Kepala Dusun I Rungkang, Darto, yang mewakili Kepala Desa Untung Surodi, mengonfirmasi kejadian tersebut kepada awak media.
“Kami mendapat laporan dari warga yang sedang menuju sawah. Saat tiba di lokasi, korban memang masih bernapas meski tampak sangat lemah,” ujar Darto.

Tim desa bersama warga setempat kemudian berkoordinasi dengan petugas Polsek Losari. Setibanya di tempat kejadian, petugas kepolisian dibantu warga segera membebaskan ikatan tali yang membelenggu korban, sebelum mengevakuasinya ke tempat aman. Proses evakuasi berlangsung cepat mengingat kondisi korban yang semakin melemah akibat paparan cuaca dan lumpur.
Awalnya, korban masih mampu merespons pertanyaan sederhana dari warga dan petugas. Namun, setelah dibersihkan dan diberi pakaian ganti, perilakunya berubah drastis. Jawaban korban mulai tidak terarah, melantur, dan sulit dipahami.
“Dugaan sementara dari kami, korban mungkin mengalami gangguan jiwa dan sengaja ditinggalkan di lokasi terpencil tersebut,” tambah Darto, seraya menekankan bahwa pihak desa tidak ingin berspekulasi berlebihan.
Temuan lain yang menambah misteri adalah adanya luka memar di pelipis sebelah kiri korban, yang diduga akibat benturan atau pukulan benda tumpul. Luka tersebut semakin memperkuat kemungkinan adanya unsur kekerasan fisik sebelum korban dibuang di sawah.
Baca juga : Api Dahsyat Hanguskan Ikon Belanja Rita Pasaraya Cilacap, Kerugian Fantastis Tanpa Korban Jiwa
Hingga kini, identitas korban masih belum terungkap. Tidak ada dokumen atau tanda pengenal yang ditemukan pada tubuhnya. Kasus ini sepenuhnya ditangani Polsek Losari, di mana korban telah dibawa untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus menjalani pemeriksaan lanjutan.
Petugas berupaya melacak asal-usul korban melalui pemeriksaan fisik, wawancara saksi, serta penelusuran rekam medis jika terdapat indikasi gangguan kejiwaan. Pihak kepolisian juga memeriksa kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam insiden ini, termasuk motif pembuangan korban di lokasi terisolasi.
Warga Desa Rungkang kini menanti perkembangan lebih lanjut, sementara kejadian ini meninggalkan tanda tanya besar: apakah ini kasus penelantaran penyandang gangguan jiwa, atau ada dugaan tindak pidana yang lebih serius di baliknya?
Pewarta: Ikhwanudin

