RI News Portal. Tegal – Di tengah upaya pemerintah untuk memperkuat pendidikan vokasi guna menyiapkan tenaga kerja kompeten, SMK Negeri 1 Adiwerna, Kabupaten Tegal, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara pertama dalam Lomba Otomotif yang digelar oleh salah satu perusahaan otomotif terkemuka dalam rangka peringatan hari jadinya yang ke-36. Kompetisi ini berlangsung di Gedong Jembar, Kota Tegal, pada Selasa, 13 Januari 2026, dan menjadi panggung bagi siswa-siswi untuk menunjukkan kemampuan teknis mereka dalam bidang mekanik kendaraan.
Keberhasilan ini dicapai melalui perwakilan siswa Abdulah Kairul Azam, seorang pelajar kelas XII di jurusan otomotif. Azam tidak hanya membawa pulang trofi juara, tetapi juga menghadirkan hadiah berupa satu unit kendaraan roda empat beserta dana dukungan yang akan dialokasikan untuk memperkaya fasilitas praktik dan pembelajaran di sekolahnya. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan individu, melainkan refleksi dari ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri, sebuah model yang semakin relevan di era pasca-pandemi di mana keterampilan praktis menjadi kunci daya saing lulusan.

Latar belakang Azam menambah bobot pada capaian ini. Sebelum kompetisi, ia telah menjalani program praktik kerja lapangan selama tiga bulan di sebuah perusahaan di Makassar, dengan spesialisasi pada mekanik alat berat dan kendaraan ringan. Pengalaman ini tidak hanya mengasah kemampuannya, tetapi juga membuka peluang karir langsung pasca-lulus, di mana ia berpotensi direkrut sebagai karyawan tetap. Pendekatan seperti ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor industri, yang memungkinkan siswa untuk menerapkan teori dalam konteks nyata, sehingga mengurangi kesenjangan antara lulusan dan pasar kerja.
Kepala sekolah, Joko Pramono, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi tersebut, yang ia anggap sebagai validasi terhadap strategi pembelajaran berbasis industri yang telah diterapkan. “Capaian ini diharapkan menjadi katalisator bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan kompetensi dan kesiapan kerja mereka. Kami akan terus memperluas kemitraan dengan dunia industri agar lebih banyak lulusan yang dapat langsung terserap di lapangan kerja,” katanya. Pernyataan ini sejalan dengan tren nasional di mana pendidikan vokasi diarahkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca juga : KPK Intensifkan Penyelidikan Kasus Suap Proyek di Bekasi: Saksi Swasta dan Pejabat Daerah Diperiksa Mendalam
Persiapan untuk lomba ini dilakukan secara intensif selama dua hingga tiga minggu, dengan mengikuti panduan materi yang disediakan oleh panitia. Namun, fondasi pengetahuan siswa telah tertanam melalui kurikulum harian sekolah, yang mencakup aspek-aspek esensial seperti perawatan mesin, sistem kelistrikan, dan sasis kendaraan. Guru pendamping dari jurusan otomotif, Muhtarom, menjelaskan bahwa penilaian lomba difokuskan pada hasil kerja, efisiensi waktu, dan kepatuhan terhadap prosedur operasional standar. Peserta diberi batas waktu 35 menit untuk menyelesaikan seluruh tugas, yang menuntut ketelitian dan kecepatan—keterampilan yang langsung aplicable di dunia kerja.
SMK Negeri 1 Adiwerna saat ini menampung sekitar 2.600 siswa yang tersebar di 72 kelas dengan beragam jurusan, termasuk teknik mesin, teknik kimia industri, pengelasan, dan elektronika. Khusus jurusan otomotif, terdapat dua spesialisasi: alat berat yang bekerja sama dengan perusahaan alat berat terkemuka, serta kendaraan ringan yang bermitra dengan beberapa merek otomotif utama. Melalui kurikulum kelas industri, mitra perusahaan ikut serta dalam evaluasi dan pemeringkatan siswa, sehingga memfasilitasi alur rekrutmen langsung. Hasilnya, sebagian besar lulusan sekolah ini berhasil masuk ke dunia kerja, sementara yang lain memilih jalur pendidikan lanjutan atau berwirausaha.

Hadiah kendaraan yang dimenangkan akan difungsikan sebagai alat bantu praktik bagi siswa, sementara dana tambahan akan mendukung inisiatif pembelajaran lain. Prestasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi sekolah, tetapi juga berkontribusi pada diskusi lebih luas tentang reformasi pendidikan vokasi di Indonesia, di mana integrasi industri diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran muda dan mendorong inovasi di sektor manufaktur. Di tengah tantangan global seperti transisi ke kendaraan listrik, model pendidikan seperti ini menjadi contoh bagaimana sekolah kejuruan dapat beradaptasi dan berkontribusi secara aktif.
Pewarta: Ikhwanudin

