Skip to content
06/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Presiden Trump: Pergantian Kekuasaan di Iran Akan Jadi Langkah Terbaik, AS Kerahkan Kapal Induk Raksasa Kedua ke Timur Tengah

Presiden Trump: Pergantian Kekuasaan di Iran Akan Jadi Langkah Terbaik, AS Kerahkan Kapal Induk Raksasa Kedua ke Timur Tengah

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Pergantian Kekuasaan di Iran Akan Jadi Langkah Terbaik
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Washington — Di tengah ketegangan yang semakin memanas dengan Teheran, Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa perubahan kepemimpinan di Iran merupakan “hal terbaik yang bisa terjadi” bagi kawasan tersebut. Pernyataan ini disampaikan Jumat lalu (13 Februari 2026) usai kunjungannya ke pasukan di Fort Bragg, North Carolina, sekaligus mengonfirmasi pengiriman kelompok kapal induk kedua ke Timur Tengah.

Trump menekankan bahwa selama hampir setengah abad, pemerintahan ulama di Iran hanya “berbicara tanpa henti” tanpa hasil nyata. Komentar ini muncul saat pemerintahan AS sedang menimbang opsi militer sambil tetap membuka jalur diplomasi tidak langsung melalui perantara di Oman dan Qatar.

Langkah militer terbaru melibatkan pengalihan kapal induk USS Gerald R. Ford—kapal induk terbesar dan termutakhir di dunia—dari perairan Karibia menuju kawasan Teluk Persia. Kapal ini akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang telah berada di wilayah tersebut selama lebih dari dua minggu, lengkap dengan kapal perusak rudal pemandu dan aset pendukung lainnya. Kehadiran dua kelompok kapal induk sekaligus secara signifikan meningkatkan daya tempur udara dan kemampuan proyeksi kekuatan AS di kawasan.

Menurut pejabat militer, pengiriman USS Ford ini bertujuan sebagai cadangan jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan yang membatasi program nuklir dan rudal balistik Iran. Trump menegaskan, “Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya. Kapal itu akan berangkat sangat segera.” Perjalanan dari Karibia ke lepas pantai Iran diperkirakan memakan waktu beberapa minggu.

Pengamat mencatat bahwa keputusan ini tampak bertolak belakang dengan prioritas strategi pertahanan AS yang lebih menekankan Belahan Bumi Barat. Komando Selatan AS menegaskan bahwa kemampuan operasional tetap terjaga meski postur pasukan berubah, dengan fokus tetap pada penanganan ancaman ilegal di kawasan Amerika Latin.

Di sisi lain, situasi internal Iran semakin rumit. Aktivis hak asasi manusia melaporkan korban tewas akibat penindasan terhadap protes nasional bulan lalu telah melampaui 7.000 jiwa, dengan ribuan lainnya diduga masih hilang. Saat ini, keluarga korban mulai menggelar upacara duka tradisional 40 hari, yang dalam budaya Syiah sering menjadi momen berkumpul dan berpotensi memicu demonstrasi baru.

Baca juga : Masjid Agung Omari Gaza Hancur dalam Perang, Warisan Berabad-abad Terancam Hilang

Video yang beredar di media sosial menunjukkan pelayat di berbagai provinsi, termasuk Razavi Khorasan, menggelar acara dengan nuansa patriotik. Mereka menyanyikan lagu “Ey Iran” era pra-Revolusi 1979, yang kini kadang dimanfaatkan pemerintah untuk membangkitkan semangat nasionalisme, namun dalam konteks ini justru mencerminkan penolakan terhadap otoritas yang ada.

Negara-negara Teluk telah memperingatkan bahwa eskalasi militer berisiko memicu konflik regional baru, terutama setelah kawasan masih trauma akibat perang Israel-Hamas di Gaza. Sementara itu, pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran pekan lalu di Oman belum membuahkan hasil konkret, meski Trump optimistis: “Saya kira negosiasi ini akan berhasil. Jika tidak, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi Iran.”

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini, Trump menekankan pentingnya melanjutkan dialog, sementara Netanyahu mendesak agar kesepakatan apa pun mencakup pembatasan program rudal balistik Iran serta penghentian dukungan terhadap kelompok militan seperti Hamas dan Hizbullah.

Iran bersikukuh bahwa program nuklirnya semata untuk tujuan damai, meski sebelumnya telah mencapai tingkat pengayaan uranium 60 persen—hanya selangkah teknis dari level senjata. Di tengah tekanan sanksi dan kemarahan publik yang belum reda, pengiriman kapal induk AS ini semakin mempertegas sikap keras Washington: diplomasi tetap diutamakan, tetapi opsi militer siap diaktifkan jika diperlukan.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Masjid Agung Omari Gaza Hancur dalam Perang, Warisan Berabad-abad Terancam Hilang
Next: Program Prolanis di Puskesmas Jatisrono II: Upaya Optimalisasi Kualitas Hidup Penderita Penyakit Kronis

Related Stories

Harapan di Tengah Badai
3 min read

Harapan di Tengah Badai: Paus Leo XIV Serukan Dialog Perdamaian dalam Misa Paskah Pertamanya di Tengah Konflik Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 jam ago 0
Akhir Era Factbook
3 min read

Akhir Era Factbook: Ketika Pengetahuan Global yang Dulu Terbuka Kini Menjadi Tantangan Baru di Abad Informasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 jam ago 0
Zelenskyy Peringatkan Perang Iran Menggerus Dukungan Barat
3 min read

Zelenskyy Peringatkan Perang Iran Menggerus Dukungan Barat: Ukraina Berupaya Diplomasi Baru di Timur Tengah

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Indonesia Bidik Gastronomi Jepang sebagai Pilar Pariwisata Masa Depan: Kolaborasi Strategis Menuju 60 Juta Wisatawan Mancanegara
  2. Hani I mengenai Babak Penentuan Dramatis Kasus VCS Bupati Limapuluh Kota: Polda Sumbar Siapkan Gelar Perkara Tanpa Restorative Justice
  3. Adi Tanjoeng mengenai Debat Sengit Data Bantuan Banjir Mengguncang Paripurna LKPJ Wali Kota Padangsidimpuan
  4. Mayang Sari mengenai Posbakum di Akar Rumput: Wujud Nyata Reformasi Hukum Prabowo untuk Keadilan Bagi Semua Lapisan Masyarakat
  5. Sammy Sandinata mengenai KSAL Laksamana Muhammad Ali Lepas KRI Bima Suci: Diplomasi Laut yang Menempa Generasi Pelaut Global

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Indonesia-Korea Selatan Perkuat Sinergi Energi Lepas Pantai: MoU Jasa Instalasi Perairan Buka Peluang Decommissioning dan Reutilisasi Anjungan Migas
  • Generasi Kejepit yang Tak Terbatas: Mengapa Indonesia Butuh Alat Ukur Ekonomi Antar-Generasi untuk Menuju 2045
  • Pramono Anung Tegaskan: Iklan Sensitif di Ruang Publik Jakarta Tak Boleh Terulang, Baliho Film ‘Aku Harus Mati’ Sudah Dicopot
  • Dinamika Demokrasi Bambankerep: Antara Prestasi, Kritik Transparansi, dan Ketegasan Lurah
  • Teror Malam di Ratatotok: Pendeta Muda Dikejar Preman Bersenjata Tajam Sambil Gendong Anak Kecil
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.