
RI News Portal. Manado, 28 Agustus 2025 – Di tengah fluktuasi harga pangan yang semakin membebani masyarakat pedesaan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polresta Manado menggelar aksi pangan murah sebagai bentuk sinergi langsung dengan warga. Kegiatan ini, yang berlangsung di kantor Desa Tateli III, Kecamatan Pineleng, berhasil menarik ratusan peserta dan habis terjual hanya dalam waktu dua jam, menandai keberhasilan program sosial yang menggabungkan elemen keamanan publik dengan dukungan ekonomi dasar.
Dipimpin langsung oleh Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid S.I.K., bersama Kapolsek Pineleng AKP Donald C. Rumani, aksi ini didukung oleh pegawai Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai mitra distribusi. Program bertajuk “Aksi Pangan Murah: Polri Bersama Masyarakat” ini dirancang untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, khususnya beras berkualitas dari stok Bulog. Setiap karung berisi 5 kilogram beras, dan peserta yang membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) diperbolehkan membeli hingga dua karung per orang, dengan total pendaftar mencapai 203 warga Desa Tateli III.

Hukum Tua Desa Tateli III, Stenly Gumalang, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini. “Kami pemerintah desa Tateli III, bersama masyarakat, sekali lagi berterima kasih kepada Kombes Pol. Irham Halid S.I.K. selaku Kapolresta Manado bersama Kapolsek Pineleng AKP Donald C. Rumani. Dengan situasi saat ini, kegiatan pangan murah yang diadakan di kantor desa kami sangat-sangat membantu masyarakat Desa Tateli III,” ujarnya dengan nada penuh rasa syukur. Pernyataan ini mencerminkan bagaimana program semacam ini tidak hanya menyediakan bantuan material, tetapi juga memperkuat ikatan antara aparat kepolisian dan komunitas lokal, sejalan dengan prinsip community policing yang semakin digalakkan di era pasca-pandemi.
Sementara itu, AKP Donald C. Rumani menjelaskan mekanisme pelaksanaan yang efisien. “Yang terdaftar sebanyak 203 orang masyarakat Desa Tateli III. Dan yang terdaftar pembelian pangan murah yang membawa KTP, satu orang bisa mendapatkan belanja pangan murah sampai dua karung. Dalam satu karung Bulog isi 5 kg,” katanya. Keberhasilan distribusi cepat ini, yang berakhir habis dalam kurun waktu dua jam, menunjukkan tingginya permintaan dan efektivitas koordinasi antarinstansi. Hal ini juga menggarisbawahi peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional, di mana stok beras disalurkan melalui kanal non-komersial untuk menekan inflasi harga di tingkat akar rumput.
Baca juga : Tragedi Laka Lantas di Sipirok-Padangsidimpuan: Satu Nyawa Melayang di KM 02-0
Dari perspektif akademis, aksi ini dapat dilihat sebagai contoh konkret dari pendekatan interdisipliner dalam kebijakan publik, di mana aspek keamanan (melalui Polri) berintegrasi dengan manajemen sumber daya pangan (Bulog) untuk mengatasi ketimpangan sosial-ekonomi. Penelitian terkait program serupa, seperti yang dibahas dalam jurnal-jurnal pembangunan masyarakat, sering menekankan bahwa intervensi langsung seperti ini tidak hanya meredam potensi konflik sosial akibat kenaikan harga, tetapi juga membangun resiliensi komunitas terhadap guncangan ekonomi global. Di Sulawesi Utara, khususnya wilayah Manado dan sekitarnya, inisiatif ini menjadi model potensial untuk direplikasi di desa-desa lain, terutama mengingat tantangan cuaca ekstrem yang sering memengaruhi produksi pangan lokal.
Kegiatan ini bukan sekadar acara satu kali, melainkan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, sebagaimana ditekankan dalam visi kepolisian modern yang berorientasi pada pelayanan. Warga Desa Tateli III, yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian dan perikanan, merasakan dampak langsung dari program ini, di mana akses pangan murah membantu menstabilkan anggaran rumah tangga. Meski demikian, para pakar menyarankan agar program semacam ini dilengkapi dengan evaluasi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan dan inklusivitas, sehingga tidak hanya menyentuh lapisan masyarakat yang terdaftar saja.
Dengan keberhasilan aksi ini, Polresta Manado diharapkan terus mengembangkan kolaborasi serupa, membuktikan bahwa kepolisian bukan hanya penegak hukum, tapi juga mitra dalam pembangunan sosial. Masyarakat diimbau untuk mengikuti pengumuman resmi dari pihak berwenang guna mengetahui jadwal kegiatan selanjutnya.
Pewarta : Marco Kawulusan

Doa seiring dengan perjuangan.