RI News Portal. Semarang – Di tengah gelaran Operasi Keselamatan Candi 2026 yang berlangsung sejak awal Februari, Satuan Tugas Preemtif Bidang Bimbingan Masyarakat Polda Jawa Tengah memilih jalur pendekatan edukatif untuk membentuk disiplin berlalu lintas. Alih-alih hanya mengandalkan penindakan, petugas lebih mengutamakan interaksi langsung yang hangat dan menyentuh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak sekolah dasar hingga pedagang serta pengunjung pasar tradisional.
Kegiatan perdana berlangsung di SD Bina Amal, Jalan Kyai Saleh, Kota Semarang, pada masa-masa awal operasi. Dipimpin langsung oleh AKP Agus Dhermawan, puluhan personel tidak sekadar hadir sebagai pengawas, melainkan berbaur sebagai teman bermain bagi siswa. Mereka memimpin upacara pagi, menggelar simulasi sederhana, serta sesi tanya jawab ceria seputar penggunaan helm standar dan cara menyeberang jalan dengan aman.
“Keselamatan di jalan adalah urusan bersama. Kami ingin pesan ini tertanam sejak dini melalui cara yang menyenangkan, sehingga anak-anak ini tumbuh dengan kesadaran tinggi untuk menghindari risiko kecelakaan,” kata AKP Agus Dhermawan saat ditemui di sela kegiatan tersebut.

Tak hanya berhenti di dunia pendidikan, upaya serupa dilanjutkan pada Selasa, 10 Februari 2026, di Pasar Bulu, salah satu pusat keramaian Kota Semarang. Di bawah komando Kasubsatgas Binluh AKBP Wawan Purwanto, petugas turun langsung menyapa pedagang, tukang parkir, dan pengunjung. Mereka membagikan pamflet edukasi serta menyampaikan imbauan keselamatan lalu lintas secara tatap muka dan ramah.
AKBP Wawan Purwanto menekankan bahwa tujuan utama adalah membangun pemahaman kolektif. “Tertib berlalu lintas bukan karena rasa takut terhadap petugas, melainkan karena kesadaran akan keselamatan diri dan orang lain. Pendekatan psikologis dan edukatif seperti ini diharapkan bisa menurunkan pelanggaran serta angka kecelakaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sambutan positif datang dari pihak pengelola pasar. Kepala Pasar Bulu, Suratno, menyatakan apresiasi atas inisiatif tersebut. “Kehadiran petugas yang mendekat secara langsung sangat membantu. Warga pasar jadi lebih mengerti aturan tanpa rasa terintimidasi, sehingga mereka lebih waspada saat beraktivitas di jalan,” tuturnya.
Baca juga : Koperasi Pamungkas Bertransformasi Digital: RAT ke-57 Dorong Kemandirian Ekonomi Prajurit
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa edukasi menjadi pilar utama keberhasilan operasi ini. “Pendekatan humanis Polri melalui kegiatan bimbingan di sekolah dan pasar tradisional memastikan pesan keselamatan menjangkau semua lapisan, dari generasi muda hingga pelaku ekonomi sehari-hari,” katanya saat ditemui di Markas Polda Jateng.
Lebih lanjut, Artanto menambahkan bahwa upaya preemtif berkelanjutan ini diarahkan untuk membentuk karakter masyarakat yang disiplin secara mandiri. “Kami berharap, tertib berlalu lintas bukan hanya saat operasi berlangsung, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Karena di balik setiap perjalanan, ada keluarga yang menanti kepulangan dengan selamat,” pungkasnya.
Dengan strategi yang menggabungkan empati dan pendidikan, langkah ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah menjelang periode rawan seperti Lebaran.
Pewarta: Nandang Bramantyo

