RI News. Semarang – Polda Jawa Tengah secara resmi membuka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 H/2026 melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2026. Upacara yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026) sore itu, menjadi penanda kesiapan ribuan personel menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
Dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi sebagai Inspektur Upacara, apel tersebut juga dihadiri Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, serta sejumlah pejabat utama Forkopimda dan stakeholder terkait. Kegiatan ini bertujuan memverifikasi kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi sebelum operasi resmi dimulai.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Gubernur Ahmad Luthfi, Operasi Ketupat digambarkan sebagai operasi kemanusiaan berskala nasional yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia selama 13 hari, tepatnya mulai Jumat (13/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026). Tujuannya jelas: menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalani ibadah puasa hingga merayakan hari kemenangan.

Polda Jawa Tengah mengerahkan total 28.980 personel dalam operasi ini. Jumlah tersebut terdiri atas 22.680 personel Polri dari tingkat Polda hingga Polres jajaran, ditambah 6.300 personel gabungan dari TNI, Dishub, Satpol PP, Basarnas, Jasa Raharja, serta instansi terkait lainnya. Personel tersebut akan ditempatkan di 219 titik pos yang tersebar strategis, meliputi 1 pos terpusat, 18 pos terpadu, 52 pos pelayanan, dan 148 pos pengamanan.
Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menekankan bahwa pengamanan tidak hanya terbatas pada pengawalan jalur dan penjagaan titik krusial. Polda Jateng menghadirkan sejumlah inovasi layanan guna mendukung perjalanan mudik yang lebih humanis dan terkoneksi.
Dua program unggulan yang menjadi sorotan adalah Valet Ride untuk pemudik sepeda motor serta layanan digital Chatbot Si Polan. Valet Ride dirancang sebagai opsi aman bagi pengendara roda dua yang kelelahan, sementara Chatbot Si Polan siap memberikan informasi real-time seputar kondisi lalu lintas, jalur alternatif, titik rawan, hingga layanan kepolisian darurat.
Baca juga : Bank Sumut Percepat Pemulihan UMKM Pascabencana: Ribuan Debitur KUR Dapat Relaksasi Khusus
“Valet Ride menjadi alternatif bagi pemudik motor agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan saat kondisi lelah. Sementara Si Polan hadir sebagai asisten virtual yang bisa diakses kapan saja untuk membantu navigasi mudik,” ujar Kapolda.
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Pratama Adhyasastra menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas telah disiapkan secara matang. Skema mencakup penerapan one way nasional, sistem ganjil-genap, pembatasan kendaraan sumbu tiga sesuai SKB tiga kementerian, hingga potensi one way lokal di ruas-ruas tertentu sesuai kondisi lapangan. Khusus arus balik, Tol Fungsional Exit Bawen akan dioperasikan mulai pukul 05.00–17.00 WIB untuk mengurai kemacetan di jalur utama.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh persiapan mudik. “Rencanakan perjalanan dengan baik, pastikan kendaraan dalam kondisi prima, isi bahan bakar penuh, dan jaga stamina. Jangan ragu memanfaatkan pos pelayanan serta fasilitas istirahat yang kami sediakan di sepanjang jalur,” pesannya.
Dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, operasi ini diharapkan dapat menjaga kelancaran pergerakan jutaan pemudik, kelancaran ibadah, serta keamanan selama perayaan Idul Fitri di Jawa Tengah. Sinergi antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan.
Pewarta: Nandang Bramantyo

