RI News. Yogyakarta – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama jajaran Polres dan instansi terkait memperkuat langkah-langkah pengamanan untuk menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di seluruh wilayah.
Upaya preventif dan represif telah digencarkan sejak beberapa hari terakhir, diawali dengan operasi khusus penindakan minuman keras (miras). Hasilnya, aparat berhasil menyita total 3.509 botol miras dari beragam jenis dan merek. Penyitaan ini menjadi bagian integral dari strategi awal untuk membatasi potensi gangguan kamtibmas yang sering kali dipicu oleh peredaran dan konsumsi alkohol, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang puasa.
Selanjutnya, Polda DIY akan meluncurkan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama 10 hari ke depan. Operasi ini menargetkan berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi meresahkan, meliputi praktik perjudian, prostitusi, peredaran miras, kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, serta penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Khusus kejahatan jalanan mendapat prioritas utama, mengingat tren historis yang menunjukkan lonjakan kasus pada periode menjelang dan selama Ramadhan.

Data penindakan terkini mencatat keberhasilan dalam mengungkap sejumlah kasus kejahatan jalanan, termasuk 17 kasus kepemilikan senjata tajam, 7 kasus pengeroyokan, serta 8 kasus penganiayaan. Di samping itu, petugas juga menindak 8 kasus perjudian dan 4 kasus prostitusi. Temuan ini memperkuat urgensi pengawasan intensif guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Tak berhenti di situ, selama bulan Ramadhan berlangsung, Polda DIY akan melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Fokus utama KRYD adalah pencegahan kejahatan jalanan dan tawuran, yang berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya sering meningkat pada waktu menjelang sahur, sesudah sahur, serta pasca-salat tarawih. Pelaksanaannya melibatkan patroli skala besar, razia selektif di lokasi rawan, dan penempatan personel secara strategis di titik-titik potensial konflik.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menegaskan komitmen penuh institusi dalam menjaga ketenangan selama ibadah puasa. “Kami akan terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan rutin, KRYD, maupun Operasi Pekat. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan jalanan, peredaran miras, atau tindak pidana lain yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah,” ujarnya tegas.
Ia juga menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat. Di antaranya, menghindari sahur on the road yang berisiko serta menyalakan petasan yang dapat mengganggu ketertiban. Lebih lanjut, Kombes Ihsan mengajak peran aktif orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya pada malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam tawuran atau pergaulan berisiko.
“Sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua, menjadi kunci utama. Mari bersama-sama ciptakan lingkungan yang aman agar Ramadhan tahun ini dapat dijalani dengan penuh ketenangan dan berkah,” pungkasnya.
Dengan rangkaian langkah preventif dan represif yang terintegrasi ini, Polda DIY optimistis pelaksanaan ibadah Ramadhan di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian.
Pewarta: Lee Anno

