RI News Portal. Badung, 21 Desember 2025 – Sebuah pohon trembesi berukuran besar roboh di jalur keluar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu malam, 20 Desember 2025, sekitar pukul 19.35 WITA. Kejadian ini berlangsung di area selatan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bandara, tepat saat volume lalu lintas masih tinggi akibat aktivitas penjemputan dan pengantaran penumpang.
Menurut kesaksian seorang pengendara mobil Mitsubishi Xpander yang menjadi salah satu korban, sebelum pohon utama jatuh, beberapa cabang dan batang pohon kecil sudah lebih dulu ambruk ke permukaan jalan. Suara gemuruh keras kemudian terdengar saat batang utama tumbang, membuatnya tidak sempat menghindar karena jarak dengan kendaraan di depan terlalu rapat. Pohon tersebut akhirnya menimpa bagian atap dan badan mobilnya.
Selain itu, satu unit taksi Toyota Avanza Veloz yang berada di dekat lokasi juga tertimpa material pohon. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerusakan material pada dua kendaraan serta gangguan sementara pada kelancaran arus kendaraan di jalur keluar bandara.

Tim dari Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai segera bergerak ke tempat kejadian begitu menerima laporan. Bersama dengan pihak terkait lainnya, mereka melakukan pengaturan lalu lintas, pengamanan area, dan koordinasi evakuasi. Proses pembersihan melibatkan pemotongan dahan serta batang pohon yang menghalangi jalan, dengan partisipasi aktif dari personel kepolisian, instansi pendukung, dan warga sekitar yang secara sukarela ikut membantu.
Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, S.H., menyatakan penghargaan atas kolaborasi tersebut. “Respons cepat dari seluruh elemen memungkinkan pengendalian situasi dalam waktu singkat, sehingga lalu lintas dapat kembali normal tanpa menyebabkan kemacetan berkepanjangan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko alam, terutama di kawasan strategis seperti akses bandara yang menjadi gerbang utama pariwisata Bali. Komitmen institusi kepolisian dalam memberikan perlindungan dan layanan responsif, tambahnya, merupakan bagian dari upaya menjaga rasa aman bagi masyarakat dan pengunjung.
Hingga Minggu pagi ini, satu lajur jalur keluar telah sepenuhnya dibersihkan dan dapat dilalui kembali. Kondisi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan tertib, dengan arus kendaraan berjalan lancar. Analisis lebih lanjut mengenai faktor penyebab tumbangnya pohon—seperti kondisi akar, usia tanaman, atau pengaruh cuaca—diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk pencegahan kejadian serupa di masa depan, mengingat trembesi sering ditanam sebagai penghijauan di area publik namun rentan terhadap angin kencang atau tanah labil.
Pewarta : Kade NAL

