RI News Portal. Batang – Sebuah pohon sengon berukuran besar dengan diameter batang sekitar 20 sentimeter dan tinggi mencapai 20 meter tumbang secara mendadak pada Jumat (23/1/2026) siang, menimpa langsung atap rumah warga di Dukuh Sipare, RT 07/RW 02, Desa Sidayu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Pohon milik tetangga tersebut roboh sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung menimpa bangunan milik Parjo (58) beserta istrinya, Rame (54). Beruntung, pasangan suami istri itu berada di dalam rumah saat kejadian terjadi, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka serius yang dilaporkan.
Akibat hantaman batang pohon yang cukup panjang, bagian atap rumah mengalami kerusakan berat, sementara struktur bangunan juga ikut terdampak signifikan. Estimasi awal kerugian materiil yang dialami pemilik rumah mencapai sekitar Rp20 juta.

Kejadian ini terjadi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah Kabupaten Batang selama Januari 2026, di mana hujan lebat disertai angin kencang kerap melanda beberapa kecamatan, termasuk Bandar. Meski tidak ada informasi pasti penyebab tumbangnya pohon tersebut—apakah karena akar lapuk, angin kencang, atau faktor lainnya—peristiwa serupa sering dikaitkan dengan cuaca ekstrem yang melanda Jawa Tengah belakangan ini.
Begitu kejadian diketahui, warga sekitar segera memberikan pertolongan pertama. Tak lama kemudian, tim gabungan dari Polsek Bandar, petugas Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Trantib) Kecamatan Bandar, Koramil Bandar, serta puluhan warga setempat turun ke lokasi. Proses evakuasi dan pemotongan serta pemindahan batang pohon dilakukan secara gotong royong, melibatkan peralatan manual dan bantuan alat berat jika diperlukan.
Hingga sore hari, upaya pembersihan masih berlangsung intensif demi memastikan rumah korban aman dan dapat kembali ditempati setelah perbaikan darurat.
Baca juga : Dewan Kebudayaan dan Adat Trenggalek Dukung Penuh Pelatihan Pejuang Berbasis Nilai Wali Songo di Pogalan
Petugas terkait mengingatkan masyarakat agar lebih proaktif memantau kondisi pohon besar di sekitar permukiman, terutama yang berada dekat rumah atau jalur pejalan kaki. “Pohon yang sudah tua atau memiliki tanda-tanda kerapuhan sebaiknya segera ditebang atau dipangkas cabangnya untuk mencegah risiko serupa di masa mendatang,” imbau salah seorang perwakilan unsur keamanan setempat.
Insiden ini menjadi pengingat betapa pentingnya kewaspadaan kolektif terhadap ancaman bencana kecil namun berpotensi fatal akibat cuaca tak menentu di musim penghujan.
Pewarta: Ikhwanudin

