RI News Portal. Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada Rabu malam (28/1/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi forum penting untuk membahas perkembangan program Sekolah Rakyat, inisiatif strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan inklusif.
Menurut informasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menyampaikan sejumlah lokasi baru yang sedang dipersiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah Indonesia. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk terus memperluas jangkauan program yang telah meresmikan 166 unit sekolah di 34 provinsi sejak awal tahun ini. Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal berkualitas.
Lebih jauh, diskusi keduanya menyoroti rencana kolaborasi antara Sekolah Rakyat dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta di dalam negeri, termasuk lembaga pendidikan kedinasan. Kerja sama itu diharapkan dapat menciptakan jalur lanjutan bagi lulusan Sekolah Rakyat, sehingga mereka tidak hanya memperoleh pendidikan dasar dan menengah yang layak, tetapi juga akses ke pendidikan tinggi serta pengembangan kompetensi yang lebih mendalam. Kolaborasi semacam ini diproyeksikan menjadi “gudang ilmu” berkelanjutan, mempersiapkan generasi dari latar belakang kurang mampu untuk berkontribusi secara maksimal bagi pembangunan nasional.

Dalam suasana pertemuan yang akrab, kedua pejabat terlihat berbincang santai sambil duduk berhadapan. Usai pembahasan rampung, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya secara khusus mengantar kepulangan Menteri Sosial menuju kendaraannya, sebuah gestur yang mencerminkan koordinasi erat antarlembaga dalam mendukung agenda prioritas pemerintahan.
Sekolah Rakyat sendiri lahir dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan pewarisan kemiskinan antargenerasi. Melalui model sekolah berasrama gratis, program ini tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga memastikan pemenuhan gizi dan kebutuhan dasar siswa. Pendekatan holistik tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara bertahap, khususnya bagi kelompok yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan konvensional.
Baca juga : Nekat Congkel ATM Tepat di Depan Markas Polisi, Pria Lokal Wonogiri Langsung Diciduk Petugas
Pertemuan malam itu menegaskan komitmen lintas kementerian untuk mempercepat realisasi program tersebut, sekaligus membuka peluang inovasi baru dalam penguatan ekosistem pendidikan anti-kemiskinan di Indonesia.
Pewarta : Yudha Purnama

