RI News Portal. Jakarta – Dalam rangka mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, maskapai nasional Garuda Indonesia telah menyelesaikan persiapan operasional yang komprehensif, termasuk pengerahan 15 pesawat berbadan lebar untuk mengangkut lebih dari 102 ribu calon jamaah haji Indonesia.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menegaskan bahwa sebanyak 102.502 jamaah akan diterbangkan melalui 276 kelompok terbang (kloter) dari sepuluh embarkasi utama di berbagai wilayah Indonesia. Embarkasi tersebut mencakup Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta (termasuk Asrama Haji Banten dan sebagian Pondok Gede), Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, serta Lombok.
Keberangkatan jamaah dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan rute awal menuju Madinah pada periode 22 April hingga 6 Mei, dilanjutkan ke Jeddah dari 7 hingga 21 Mei. Fase kepulangan direncanakan pada 1 hingga 30 Juni 2026, di mana penerbangan dari Jeddah akan beroperasi hingga 15 Juni, sementara dari Madinah hingga akhir Juni.

Persiapan ini didasarkan pada perjanjian kerja sama jangka menengah yang ditandatangani pada 17 Desember 2025 antara Garuda Indonesia dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, mencakup periode 1447 hingga 1449 Hijriah (2026-2028). Penandatanganan disaksikan oleh pejabat tinggi pemerintah, termasuk Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf Hasyim serta Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak.
Menurut Glenny Kairupan, kesepakatan dini ini memungkinkan penyelarasan operasional yang lebih baik dengan visi pemerintah untuk memfasilitasi perjalanan ibadah haji bagi umat Muslim Indonesia secara berkelanjutan. “Kami terus berupaya meningkatkan koordinasi layanan guna menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan bermakna bagi seluruh jamaah, dengan penekanan khusus pada aspek keamanan bagi kelompok rentan seperti jamaah lanjut usia,” ujarnya.
Baca juga : Pelestarian Warisan Budaya Takbenda di Provinsi Jambi: Pengakuan Nasional atas Kekayaan Peradaban Lokal
Pendekatan ini mencerminkan komitmen Garuda Indonesia sebagai mitra strategis negara dalam penyelenggaraan haji, di tengah kuota nasional yang mencapai ratusan ribu jamaah setiap tahunnya. Prioritas pada jamaah lansia menjadi sorotan utama, mengingat proporsi signifikan dari calon haji Indonesia termasuk dalam kelompok usia tua, yang memerlukan perhatian ekstra dalam hal kesehatan dan kenyamanan selama penerbangan jarak jauh.
Dengan armada wide-body yang andal dan jadwal yang terstruktur, operasional haji 2026 diharapkan berjalan lancar, mendukung misi nasional untuk memastikan ibadah haji berlangsung dengan khidmat dan tanpa hambatan signifikan.
Pewarta : Diki Eri Santoso

