RI News Portal. Trenggalek, 28 Desember 2025 – Komunitas radio amatir di Kabupaten Trenggalek merayakan hari ulang tahun ke-41 Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Trenggalek dengan penuh antusiasme. Acara yang digelar di Dusun Demangan, Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota, baik dari kalangan pemula maupun senior yang telah lama berkecimpung dalam dunia komunikasi radio.
Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) sendiri merupakan wadah nasional bagi para penggemar radio amatir, yang tidak hanya menekankan aspek hobi teknis, tetapi juga kontribusi sosial seperti dukungan komunikasi darurat saat bencana alam. Di tingkat lokal Trenggalek, peringatan ini mencerminkan komitmen untuk menjaga kebersamaan di era di mana teknologi digital semakin mendominasi komunikasi sehari-hari.
Acara dimulai sekitar pukul 10.00 pagi dengan upacara pembukaan yang khidmat, diawali penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti Mars ORARI. Suasana semakin hangat dengan kehadiran perwakilan dari komunitas radio amatir di kabupaten tetangga, seperti Blitar, Ponorogo, Madiun, dan Tulungagung, yang turut meramaikan kegiatan ini.

Turut hadir pula para pengurus utama, termasuk Ketua Dewan Pengurus Pusat ORARI Trenggalek, Wiwi, serta Ketua Umum ORARI Lokal Trenggalek, Gunawan. Kehadiran perwakilan dari institusi kepolisian, TNI, serta organisasi radio terkait lainnya menambah nuansa kolaboratif, menunjukkan sinergi antara komunitas amatir radio dengan aparat keamanan dalam mendukung ketahanan komunikasi nasional.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Acara, Adi Puryanto, menyampaikan bahwa peringatan hari ulang tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret untuk memperkuat silaturahmi dan kerukunan antaranggota. “Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi anggota baru untuk belajar dari pengalaman senior, sekaligus menjaga semangat kebersamaan yang menjadi fondasi organisasi kita,” ujarnya.
Sesi lain yang menarik adalah paparan dari Wiwi mengenai perjalanan historis ORARI Lokal Trenggalek, mulai dari pendirian hingga perkembangan saat ini. Narasi ini tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi komunikasi radio amatir di tingkat lokal.
Baca juga : Perayaan Natal di Ruang Publik Kota Tegal: Momentum Refleksi Toleransi Beragama di Tengah Keberagaman
Rangkaian acara semakin hidup dengan berbagai demonstrasi keterampilan terkait peralatan komunikasi. Salah satunya adalah pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur, yang disaksikan langsung oleh ketua panitia, ketua umum, dan ketua dewan pengurus. Selain itu, digelar lomba pengaturan handy talky (HT) serta antena, yang diikuti oleh puluhan anggota. Kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga menjadi ajang interaksi langsung antarpeserta.
Dalam wawancara singkat, salah seorang anggota berstatus calon amatir (CA) yang enggan disebut namanya menyatakan rasa syukurnya atas acara ini. “Melalui peringatan seperti ini, kami yang baru bergabung bisa langsung berkenalan dengan senior-senior yang selama ini hanya kami dengar suaranya melalui gelombang radio. Ini benar-benar mempererat rasa persaudaraan dan motivasi untuk terus belajar,” katanya.
Peringatan hari ulang tahun ke-41 ini menegaskan bahwa meski teknologi komunikasi modern berkembang pesat, radio amatir tetap relevan sebagai sarana pendidikan, solidaritas sosial, dan kesiapsiagaan nasional. Di tengah tantangan digitalisasi, komunitas ORARI Lokal Trenggalek membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan pengetahuan teknis dapat terus dijaga dan diturunkan kepada generasi berikutnya.
Pewarta: Sugeng

