RI News. Ngawi – Semangat memperkuat mutu pendidikan terus bergaung di kalangan guru Nahdlatul Ulama melalui Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Ngawi. Melalui forum konsolidasi Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Ngawi, organisasi ini menegaskan komitmen kolektif untuk menghadirkan pembelajaran mendalam yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan berlangsung di Aula Masjid Lintang Songo, Jalan Ringroad Barat, Desa Beran, pada Selasa (17/2/2026). Forum ini menjadi wadah strategis bagi para pengurus untuk menyatukan visi dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak didik, khususnya di wilayah pedesaan dan pinggiran.
Hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Kabupaten Ngawi H. Rudi Triwachid, SH, Ketua PC PERGUNU Ngawi Nuri Karimatun Nisa, S.Si, Wakil Ketua Asfi Mukoyimah, S.Pd, Sekretaris Army Al Islami Ali Putra, M.Pd, Bendahara Nurhidayati, S.Pd, serta ketua dan perwakilan dari 19 PAC PERGUNU se-Kabupaten Ngawi.

Dalam diskusi mendalam, ditegaskan bahwa konsep pembelajaran mendalam (deep learning) bukan sekadar istilah modis, melainkan ikhtiar bersama menghadapi dinamika zaman. Guru dituntut menciptakan proses belajar yang bermakna, kontekstual, dan mampu mengasah kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta kolaboratif. Pendekatan ini juga mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan sosial yang selaras dengan visi pendidikan Islam, sehingga peserta didik tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kuat karakter dan berakhlak mulia.
H. Rudi Triwachid menyampaikan dukungan penuh terhadap peran generasi muda dalam memajukan organisasi. Ia menekankan pentingnya kreativitas dan adaptasi agar PERGUNU tetap relevan di tengah perubahan global yang cepat.
“Generasi muda harus diberi kesempatan berkarya. PERGUNU perlu terus berinovasi supaya tidak ketinggalan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Nuri Karimatun Nisa menyerap berbagai aspirasi dari anggota, termasuk keluhan guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun namun belum mendapat pengakuan formal melalui pengangkatan. Ia menegaskan komitmen organisasi untuk memperjuangkan hak-hak mereka melalui jalur advokasi yang tepat.
Menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait kemungkinan dirinya maju dalam kontestasi kepemimpinan daerah, Nuri merespons dengan santai. Ia menegaskan prioritas utamanya saat ini adalah penguatan organisasi dan perjuangan di bidang pendidikan.
“Masih panjang waktunya. Fokus dulu ke PERGUNU,” katanya ringkas.
Lewat konsolidasi ini, PERGUNU Ngawi menargetkan pembangunan komunikasi yang lebih intensif antar-PAC, penyusunan program peningkatan kompetensi guru yang berbasis pada kebutuhan lokal, serta penguatan budaya berbagi praktik baik dalam pembelajaran. Organisasi berharap semakin solid, progresif, dan peka terhadap berbagai persoalan pendidikan di lapangan.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus bergerak secara kolektif, memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke madrasah-madrasah kecil dan wilayah terpencil. Bagi PERGUNU Ngawi, pendidikan bermutu bukan sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang dapat diraih melalui kebersamaan dan aksi nyata.
Pewarta: Wisnu H

