RI News Portal. Jakarta, 27 Desember 2025 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat upaya pemulihan pasca bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak akhir November 2025. Bencana hidrometeorologi ini, yang dipicu oleh curah hujan ekstrem dan diperburuk oleh faktor kerentanan ekologis seperti deforestasi, telah menyebabkan korban jiwa signifikan serta kerusakan infrastruktur luas di provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Wakil Kepala Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, menekankan urgensi percepatan penanganan melalui optimalisasi sumber daya yang tersedia. Berdasarkan evaluasi lapangan dari para kepala kepolisian daerah setempat, fokus utama ditempatkan pada pengerahan alat berat untuk membersihkan material longsor dan banjir, mengingat pembersihan manual dinilai tidak efisien di tengah potensi cuaca buruk yang masih mengancam.
Di wilayah Aceh, khususnya Aceh Utara dan Aceh Tamiang, Polri telah menyiagakan beberapa unit alat berat seperti ekskavator, buldoser, dan truk pengangkut, dengan tambahan unit pendukung untuk mempercepat proses evakuasi dan rekonstruksi akses jalan. Sementara di Sumatera Utara, operasionalisasi alat berat mencapai puluhan unit di berbagai titik kritis, mencerminkan skala dampak yang luas di provinsi tersebut.

Selaras dengan itu, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas paralel. Polri menargetkan pembangunan ratusan titik fasilitas air bersih, terutama melalui sumur bor di lokasi pengungsian. Hingga saat ini, sebagian besar titik telah beroperasi, dengan rencana peresmian segera di daerah seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, serta Agam dan Padang Panjang di Sumatera Barat. Langkah ini tidak hanya menangani krisis air bersih akut pascabencana, tetapi juga mendukung pencegahan risiko kesehatan jangka pendek bagi ribuan pengungsi.
Upaya ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan Polri yang lebih luas, termasuk pemberangkatan tambahan personel untuk menggantikan tim lapangan yang telah bertugas intensif selama hampir satu bulan. Komitmen ini menegaskan peran institusi kepolisian sebagai elemen integral dalam manajemen bencana nasional, di mana koordinasi dengan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan pemulihan.
Baca juga : Movie Review; “The Testament of Ann Lee” – Musikal Religius yang Berani dan Memukau
Dalam konteks akademis, pendekatan Polri ini mencerminkan evolusi strategi mitigasi bencana di Indonesia, yang semakin mengintegrasikan aspek teknologi dan logistik untuk mengatasi tantangan hidrometeorologi yang semakin sering akibat perubahan iklim. Percepatan penanganan seperti ini diharapkan dapat menjadi model bagi respons serupa di masa depan, sambil menyoroti perlunya penguatan resiliensi ekologis di wilayah rawan.
Pewarta: Nandang Bramantyo

