RI News Portal. Sanggau, 22 Desember 2025 – Di tengah dinamika pengelolaan anggaran daerah menjelang akhir tahun fiskal 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau terus menggenjot penyelesaian proyek pembangunan jalan beton di wilayah Tayan Hilir. Proyek ini, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 dengan nilai Rp200 juta, dikerjakan melalui skema pengadaan langsung dan difokuskan pada peningkatan kualitas aksesibilitas di kawasan perkotaan setempat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sanggau, Aries Sudarsono, menegaskan bahwa meskipun proyek ini dimulai pada penghujung tahun anggaran, proses pelaksanaannya tetap berada dalam koridor pengawasan ketat untuk memastikan pencapaian target penyelesaian sesuai regulasi yang berlaku. “Kami memprioritaskan pengawasan intensif agar setiap tahap pengerjaan memenuhi standar teknis, sehingga infrastruktur yang dihasilkan memiliki ketahanan jangka panjang,” ungkap Aries pada akhir pekan lalu.
Proyek tersebut secara spesifik melibatkan pengecoran beton rigid pada segmen jalan strategis di Tayan Hilir, sebuah kecamatan yang memiliki posisi penting sebagai penghubung jalur transportasi darat dan sungai di Kalimantan Barat. Percepatan ini tidak hanya bertujuan untuk memanfaatkan sisa waktu anggaran secara optimal, tetapi juga untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat akan infrastruktur yang lebih aman dan nyaman. Dengan konstruksi beton, diharapkan jalan ini mampu menahan beban lalu lintas yang semakin intens, termasuk aktivitas ekonomi lokal yang bergantung pada mobilitas harian.

Lebih lanjut, Aries menekankan bahwa inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas intra-kawasan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional. “Pembangunan ini dirancang untuk mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari warga, mengurangi risiko kecelakaan, serta memperkuat fondasi infrastruktur perkotaan di Tayan Hilir,” tambahnya. Meski waktu pelaksanaan relatif singkat, komitmen terhadap kualitas tetap menjadi prinsip utama, dengan penekanan pada pemenuhan spesifikasi material dan prosedur konstruksi standar.
Baca juga : Polres Wonogiri Rayakan Hari Ibu ke-97 dengan Refleksi Kesetaraan Gender dalam Institusi Kepolisian
Langkah percepatan semacam ini mencerminkan strategi adaptif pemerintah kabupaten dalam mengelola sumber daya anggaran, terutama pada APBD Perubahan yang sering kali menjadi instrumen untuk menangani prioritas mendadak. Di sisi lain, pengawasan ketat yang diterapkan diharapkan dapat menjadi model bagi proyek-proyek serupa di masa depan, memastikan bahwa investasi infrastruktur daerah menghasilkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Proyek ini diharapkan rampung sepenuhnya sebelum penutupan tahun anggaran, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh publik pada awal 2026.
Pewarta : Lisa Susanti

