RI News Portal. Melawi, 4 Januari 2026 – Masa jabatan AKP Ambril sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Melawi sepanjang tahun 2025 meninggalkan jejak signifikan dalam upaya penegakan hukum di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Di bawah komandonya, unit reserse kriminal mencatat peningkatan tingkat penyelesaian perkara pidana yang cukup mengesankan, disertai tren penurunan angka kejahatan konvensional. Capaian ini tidak hanya mencerminkan efektivitas operasional, tetapi juga pendekatan kepemimpinan yang mengintegrasikan aspek preventif, humanis, dan kolaboratif dengan masyarakat.
AKP Ambril dilantik pada 18 Januari 2025 dalam sebuah upacara sederhana di Aula Tribrata Polres Melawi, yang dipimpin langsung oleh Kapolres setempat. Sejak awal, ia menekankan pentingnya profesionalisme penyidik, percepatan proses penanganan laporan, serta pembangunan hubungan harmonis dengan berbagai elemen masyarakat. Komitmen ini terwujud melalui serangkaian inisiatif internal, seperti evaluasi rutin kinerja tim, penguatan koordinasi antarunit, dan dorongan kepada personel untuk menjunjung tinggi transparansi serta akuntabilitas.

Data resmi dari unit reserse kriminal Polres Melawi menunjukkan bahwa sepanjang 2025, terdapat 68 laporan polisi terkait tindak pidana. Dari jumlah tersebut, 59 perkara berhasil diselesaikan secara tuntas, mencapai tingkat penyelesaian sekitar 86,7 persen. Angka ini menandai peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana penyelesaian perkara hanya mencapai 58 kasus. Sementara itu, jumlah laporan kejahatan secara keseluruhan mengalami penurunan dari 71 kasus pada 2024 menjadi 68 kasus pada 2025. Penurunan ini menjadi indikator kuat atas keberhasilan strategi pencegahan, termasuk patroli intensif dan edukasi kamtibmas kepada warga.
Pendekatan humanis yang diterapkan AKP Ambril turut menjadi faktor kunci. Selain fokus pada penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan—seperti pengungkapan cepat kasus pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan pemberatan—ia juga aktif dalam kegiatan sosial yang mempererat kedekatan polisi dengan masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, tetapi juga mendorong partisipasi warga dalam pelaporan dini potensi gangguan keamanan.
Baca juga : Pembukaan Rute Langsung Pontianak–Kuala Lumpur: Harapan Baru bagi Mobilitas dan Ekonomi Kalimantan Barat
Menjelang akhir masa tugasnya, AKP Ambril menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterima selama ini, sekaligus permohonan maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan. Ia menekankan pentingnya kelanjutan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Melawi. Selanjutnya, AKP Ambril dipindahtugaskan ke jabatan baru sebagai Kapolsek Mukok di Polres Sanggau, sebagai bagian dari dinamika pengembangan karier dalam tubuh Polri.
Capaian selama 2025 ini meninggalkan warisan positif bagi Satuan Reserse Kriminal Polres Melawi. Penurunan angka kriminalitas bersamaan dengan peningkatan resolusi perkara menegaskan bahwa kombinasi antara ketegasan penegakan hukum dan pendekatan berbasis masyarakat dapat menghasilkan lingkungan yang lebih aman dan tertib. Hal ini sekaligus menjadi benchmark bagi kepemimpinan mendatang dalam mempertahankan tren positif tersebut.
Pewarta : Lisa Susanti

