RI News Portal. Tegal, 27 Desember 2025 – Dalam sebuah acara yang sarat makna budaya, Pemerintah Kota Tegal kembali menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan literasi dan seni sastra sebagai elemen krusial dalam pembangunan peradaban. Hal ini tergambar jelas pada peluncuran tiga kumpulan puisi karya penyair lokal dalam kegiatan bertajuk “Lonceng Buku Tiga Penyair”, yang berlangsung di Balai Budaya Dewan Kesenian setempat pada Jumat malam, 26 Desember 2025.
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthaminnah, dalam pidatonya menekankan bahwa sastra bukan hanya bentuk ekspresi artistik semata, melainkan instrumen penting untuk merawat memori kolektif masyarakat dan membangkitkan kesadaran kritis. “Karya-karya seperti ini tidak sekadar menorehkan kata-kata indah, tapi juga menjaga nurani bangsa dan menyemai harapan di tengah dinamika zaman,” ungkapnya, seraya mengapresiasi kontribusi tiga penyair yang karyanya baru saja diterbitkan.
Menurutnya, konsep pembangunan kota yang holistik harus melampaui aspek fisik seperti infrastruktur jalan raya atau bangunan megah. Pembangunan sejati, lanjut dia, mencakup pembentukan insan yang utuh—dengan pikiran tajam, rasa empati mendalam, dan kepekaan spiritual—yang salah satunya dipupuk melalui budaya membaca, diskusi intelektual, serta penciptaan karya sastra. “Sebuah kota yang benar-benar maju ditandai oleh warganya yang mampu berpikir kritis dan peka terhadap sesama. Inisiatif literasi semacam ini menjadi fondasi kokoh bagi visi masa depan Tegal yang lebih humanis,” tambah Wakil Wali Kota yang karib disapa Mba Iin itu.

Ia pun menyampaikan harapan agar acara tersebut tidak berakhir sebagai ritual seremonial belaka, melainkan menjadi katalisator bagi ekosistem literasi berkelanjutan, dengan melibatkan lebih banyak generasi muda dalam dunia baca-tulis. Pemerintah daerah, katanya, akan terus mendukung peran lembaga kesenian lokal dalam menjaga vitalitas budaya daerah.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal, Surliali Andi Kustomo, mengungkapkan bahwa penerbitan tiga buku puisi ini merupakan wujud komitmen institusinya dalam memfasilitasi para sastrawan lokal. Meski hanya mendapat dukungan terbatas dari anggaran resmi tahun 2025, lembaga tersebut berhasil menyelenggarakan hingga 23 program seni dan budaya sepanjang tahun, mulai dari penerbitan karya hingga pertunjukan dan pengiriman delegasi seniman ke tingkat regional.
Baca juga : Sinergi Aparat Kewilayahan dalam Mengamankan Destinasi Pantai Selatan Wonogiri pada Libur Akhir Tahun 2025
Tiga penyair yang karyanya diluncurkan adalah Riani Pemulung, Iwang Nirwana, dan M. Iqbal Alfariky, yang masing-masing membawakan bacaan puisi dalam acara tersebut. Diskusi dipandu oleh Bontot Sukandar dengan narasumber Lutfi A.N., serta dihadiri para budayawan dari wilayah Tegal Raya, termasuk Yono Daryono, Enthieh Mudakir, dan Wowok Legowo.
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya khazanah sastra lokal, tapi juga merefleksikan upaya kolektif untuk menjadikan Tegal sebagai ruang yang ramah bagi pemikiran kreatif dan pelestarian makna budaya. Di tengah arus modernisasi yang pesat, inisiatif semacam ini menjadi pengingat bahwa peradaban sejati dibangun atas dasar kata-kata yang bermakna dan ingatan yang terjaga.
Pewarta: Ikhwanudin

