RI News Portal. Brebes 16 Januari 2026 – Di tengah semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes yang ke-348, Bupati Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., memimpin sebuah ritual ziarah yang sarat makna historis. Pada Kamis (15/1/2026), rombongan bupati menyambangi Makam Pusponegoro II di Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal. Langkah ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan sebuah upaya sadar untuk menghubungkan masa kini dengan akar perjuangan para pendahulu, yang telah membentuk identitas wilayah Brebes dan sekitarnya.
Ziarah ini menjadi bagian integral dari rangkaian acara peringatan, di mana penghormatan kepada tokoh-tokoh sejarah ditempatkan sebagai fondasi utama. Pusponegoro II, sebagai salah satu figur sentral dalam narasi perkembangan Brebes, mewakili era di mana perjuangan administratif dan budaya membentuk batas-batas wilayah modern. Prosesi dimulai dengan doa bersama yang khidmat, diikuti tabur bunga sebagai simbol rasa syukur dan penghargaan. Suasana tenang di kompleks makam itu mencerminkan esensi reflektif dari kegiatan ini, di mana peserta diajak untuk merenungkan kontribusi leluhur terhadap kemajuan daerah.
Dalam pernyataannya pasca-ziarah, Bupati Paramitha menekankan dimensi mendalam dari ritual ini. “Ini bukan sekadar kunjungan formal, tapi kesempatan untuk menyerap nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan keteladanan dari para pemimpin masa lalu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa semangat tersebut harus diterjemahkan ke dalam pembangunan kontemporer, agar Brebes terus maju menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan holistik dalam kepemimpinan daerah, di mana sejarah bukan hanya catatan masa lampau, tapi panduan untuk kebijakan masa depan.

Rangkaian ziarah tidak berhenti di satu lokasi. Bupati dan timnya juga mengunjungi makam-makam lain yang terkait erat dengan sejarah Brebes, termasuk Makam Mbah Purbaya dan makam Bupati Brebes ketiga. Kunjungan-kunjungan ini memperkuat narasi kolektif tentang perjuangan membangun kemakmuran, sambil mendoakan para leluhur yang telah meletakkan dasar bagi masyarakat saat ini. Khusus di Makam Mbah Purbaya, Bupati Paramitha memuji kondisi kawasan yang terjaga dengan baik—bersih, sejuk, dan ramah bagi pengunjung. Ia menyatakan komitmen pemerintah kabupaten untuk memberikan dukungan lebih lanjut dalam pengelolaan situs-situs bersejarah ini, guna memastikan kelestariannya sebagai aset budaya.
Peringatan Hari Jadi tahun ini juga menyoroti aspirasi Brebes di sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Bupati berharap agar harga komoditas unggulan seperti bawang merah, padi, dan jagung tetap stabil, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Harapan ini selaras dengan visi jangka panjang untuk menjadikan Brebes sebagai daerah yang “hebat dan jaya”, di mana kemajuan material diimbangi dengan penghargaan terhadap warisan spiritual.
Baca juga : Turnamen Tenis Manafera 2026: Membangun Komunitas melalui Kompetisi Berjenjang
Dari perspektif lokal, Kepala Desa Kalisoka, Akhmad Dumeri, S.H., menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk perhatian berkelanjutan dari pemerintah daerah. “Setiap tahun, desa kami menjadi tujuan ziarah dari berbagai kabupaten, termasuk Brebes yang telah rutin sejak tiga hingga empat tahun terakhir,” katanya. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari komunikasi aktif dengan pemimpin daerah, mengingat Desa Kalisoka sebagai tempat peristirahatan bagi tokoh-tokoh berpengaruh yang pernah memimpin wilayah seperti Brebes, Tegal, Pemalang, dan bahkan Purbalingga.
Lebih jauh, Akhmad Dumeri membagikan visi pengembangan desanya sejak menjabat pada 2019. Penataan kawasan makam telah digabungkan dengan strategi branding sebagai destinasi wisata religi, memanfaatkan potensi historis yang kaya. “Makam-makam di sini terkait dengan pendiri kabupaten-kabupaten tetangga, dan bahkan memiliki hubungan dengan trah keraton seperti Yogyakarta, Solo, dan Cirebon,” ungkapnya. Dengan kehadiran bupati, ia optimistis bahwa minat publik akan meningkat, didukung oleh rencana penambahan fasilitas untuk kenyamanan peziarah. Kolaborasi lintas kabupaten, termasuk dengan Pemalang, juga sedang dirintis untuk memperkaya narasi sejarah bersama.

Kegiatan ziarah ini, pada akhirnya, melampaui aspek ritualis. Ia menjadi jembatan antara generasi, mengingatkan bahwa kemajuan daerah tak lepas dari akar budaya dan sejarah. Di tengah dinamika pembangunan modern, upaya seperti ini memperkuat identitas kolektif, memastikan bahwa perjuangan leluhur terus menginspirasi langkah ke depan. Brebes, dengan warisan yang kaya, diharapkan terus berkembang sebagai contoh harmoni antara tradisi dan progresivitas.
Pewarta : Ikhwanudin

