RI News Portal. Wonogiri, 15 Januari 2026 – Dalam upaya proaktif menjaga kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Wonogiri melakukan inspeksi mendalam terhadap makanan siap saji di SPPG Eromoko. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIB pada Kamis pagi ini menegaskan komitmen institusi kepolisian dalam mengawal standar kesehatan publik, terutama di era di mana isu kontaminasi pangan semakin menjadi perhatian global.
Dipimpin langsung oleh Kepala Sidokkes Polres Wonogiri beserta tim personel terlatih, pemeriksaan ini mencakup evaluasi komprehensif terhadap berbagai menu makanan yang akan didistribusikan. Pendekatan ini tidak hanya memenuhi protokol dasar keamanan pangan, tetapi juga mencerminkan integrasi antara penegakan hukum dan pencegahan risiko kesehatan, sesuai dengan prinsip pelayanan berbasis presisi yang dikedepankan oleh kepolisian nasional.
Menu yang menjadi objek pemeriksaan meliputi nasi putih sebagai sumber karbohidrat utama, bandeng goreng yang kaya protein hewani, tumis sayur buncis sebagai elemen serat nabati, tahu bakso goreng untuk variasi rasa, serta buah semangka sebagai penyegar alami. Metodologi inspeksi mengadopsi pendekatan multidimensi, yakni uji organoleptik yang menilai aspek sensorik seperti rasa, bau, warna, dan tekstur; uji fisik untuk mendeteksi anomali bentuk atau kontaminasi tampak; serta uji kimia untuk mengidentifikasi zat berbahaya potensial.

Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa semua sampel bebas dari residu toksik seperti arsenik, sianida, formaldehid, dan nitrit—senyawa yang sering dikaitkan dengan praktik pengawetan tidak etis dalam rantai pasok pangan. Dari perspektif fisik dan organoleptik, makanan-makanan tersebut dinyatakan berada dalam kondisi optimal, tanpa indikasi degradasi kualitas yang bisa membahayakan konsumen. Lebih lanjut, evaluasi nutrisi mengungkap komposisi gizi yang seimbang: total energi sekitar 755 kalori per porsi, dengan rincian protein 35,6 gram untuk mendukung regenerasi sel, lemak 23 gram sebagai sumber energi cadangan, karbohidrat 95 gram untuk aktivitas harian, serta serat 5,1 gram yang esensial bagi pencernaan.
Pendekatan ini tidak sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi lebih luas untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem distribusi pangan. Di tengah tantangan seperti perubahan iklim yang memengaruhi kualitas bahan baku atau risiko kontaminasi akibat penanganan tidak higienis, inisiatif semacam ini menjadi model bagi intervensi kesehatan preventif. Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menekankan nilai strategis kegiatan tersebut sebagai manifestasi tanggung jawab institusional.
Baca juga : Senegal Melaju ke Final Piala Afrika 2025: Gol Mane Pecah Kebuntuan Lawan Mesir
“Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan jaminan keamanan konsumsi, baik bagi personel maupun masyarakat penerima manfaat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pengawasan berkala akan terus dilakukan untuk memperkuat pelayanan yang profesional dan berorientasi pada perlindungan kesehatan publik.
Dengan demikian, inspeksi food safety di Wonogiri ini tidak hanya memastikan keamanan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada diskursus akademis tentang integrasi kebijakan kesehatan dalam penegakan hukum. Upaya ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai standar gizi nasional, di mana pangan aman menjadi hak dasar setiap individu.
Pewarta: Nandang Bramantyo

