RI News Portal. Bekasi, 7 Januari 2026 – Dalam upaya menjaga kualitas dan keamanan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinas Kesehatan Kota Bekasi terus melakukan pemantauan rutin terhadap seluruh tahapan penyediaan dan distribusi makanan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program nasional yang menargetkan pemenuhan gizi bagi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui, berjalan dengan standar higiene yang tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara berkala oleh petugas dari berbagai puskesmas di wilayah setempat. Fokus utama pengawasan mencakup fasilitas pengolahan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta proses pendistribusian ke sekolah-sekolah.
“Kami melakukan monitoring secara terus-menerus, baik di lokasi pengolahan maupun saat makanan sampai di sekolah. Di SPPG, kami periksa aspek sanitasi dan higiene secara mendetail, sementara di sekolah, kami pastikan proses distribusi memenuhi protokol kesehatan,” ungkap Satia Sriwijayanti kepada awak media pada Selasa (6/1/2026) di Bekasi, Jawa Barat.

Menurutnya, pengawasan ini krusial untuk menjamin bahwa makanan yang disajikan aman dikonsumsi oleh penerima manfaat. Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan asupan gizi harian, tetapi juga mencegah risiko kesehatan yang mungkin timbul dari penyimpangan standar. Hingga awal Januari 2026, pelaksanaan program di Kota Bekasi tercatat berlangsung lancar, dengan catatan insiden kesehatan yang minim.
“Kami berkomitmen penuh agar program ini sukses tanpa mengorbankan keselamatan penerima manfaat. Pemenuhan semua standar kesehatan menjadi prioritas utama,” tambah Satia.
Pernyataan ini sejalan dengan pengawalan yang dilakukan oleh legislatif nasional. Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menyatakan bahwa program MBG merupakan instrumen penting untuk membangun sumber daya manusia berkualitas menuju visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga : Persiapan Matang Garuda Indonesia untuk Musim Haji 2026: Fokus pada Keamanan dan Kenyamanan Lansia
“Target besar bangsa adalah generasi unggul yang sehat dan produktif. MBG menjadi salah satu pilar utama melalui pemenuhan gizi sejak dini,” ujar Nuroji.
Dari perspektif akademis, program seperti MBG memiliki potensi signifikan dalam mengatasi masalah gizi kronis di Indonesia, seperti stunting dan anemia, yang masih memengaruhi pertumbuhan anak. Studi kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa intervensi gizi berbasis sekolah dan komunitas dapat meningkatkan indeks massa tubuh serta kemampuan kognitif anak secara measurable. Namun, keberhasilan jangka panjang bergantung pada mekanisme pengawasan yang ketat, seperti yang diterapkan di Bekasi, untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan dampak positif terhadap kesehatan publik.
Pelaksanaan MBG di Bekasi menjadi contoh bagaimana koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dapat mendukung tujuan nasional, dengan penekanan pada pencegahan daripada reaksi terhadap insiden.
Pewarta : Mukhlis

