RI News Portal. Trenggalek, 1 Januari 2026 – Ribuan warga Dusun Nglancor, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memadati Mushola Miftahul Hidayah pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025. Acara pengajian akbar tahunan ini menjadi momentum bagi masyarakat setempat untuk mempererat tali silaturahmi dan memperdalam nilai-nilai keagamaan, sekaligus memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan rutin yang digelar oleh jamaah mushola setempat ini dimulai pukul 20.00 WIB, diawali dengan penampilan lagu-lagu keagamaan yang dibawakan oleh anggota karang taruna dusun. Suasana semakin khidmat dengan kehadiran para sesepuh, pejabat desa, serta tamu dari instansi kecamatan, termasuk perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan aparat keamanan setempat.
Dalam sambutannya, Camat Gandusari, Edy, menekankan pentingnya menjaga kerukunan hidup bermasyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan informasi terkini mengenai rencana pendirian koperasi di setiap desa se-Kecamatan Gandusari, yang diberi nama Koperasi Merah Putih. Program ini, lanjutnya, selaras dengan visi pemerintah pusat untuk mendongkrak perekonomian masyarakat melalui mekanisme gotong royong dan pemberdayaan lokal.

Sambutan pembukaan disampaikan oleh Mungin selaku ketua panitia. Ia mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme warga yang terus meningkat dari tahun ke tahun. “Kegiatan ini tidak hanya sebagai penghantar spiritual menjelang tahun baru, tetapi juga wadah untuk memperkuat ikatan sosial antarwarga,” ujarnya. Mungin juga berbagi rencana jangka panjang, yaitu renovasi mushola agar mampu menampung lebih banyak jamaah, dengan pembiayaan sepenuhnya dari swadaya masyarakat dusun.
Puncak acara diisi oleh tausiyah dari KH Najibuddaroni, ulama asal Pogalan, Trenggalek. Dalam ceramahnya, beliau mengajak hadirin untuk merenungkan makna barokah dalam kehidupan sehari-hari, yang mencakup dimensi spiritual, sosial, dan material. KH Najibuddaroni juga menyoroti signifikansi bulan Rajab sebagai periode penuh berkah menuju Ramadan, serta hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj sebagai teladan ketabahan dan keimanan.
Baca juga : Reactivasi Dewan Pendidikan Wonogiri: Langkah Strategis Menuju Tata Kelola Pendidikan yang Partisipatif
Salah seorang jamaah, Min, yang ditemui usai acara, menyatakan kepuasannya. “Acara seperti ini sangat berharga karena menambah keteguhan iman dan pemahaman tentang hakikat kehidupan,” katanya. Antusiasme serupa terlihat dari kerumunan warga yang bertahan hingga larut malam, mencerminkan kuatnya tradisi keagamaan di komunitas pedesaan ini.
Pengajian akbar di Nglancor tidak hanya mempertahankan warisan budaya religius lokal, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kegiatan keagamaan dapat terintegrasi dengan isu-isu pembangunan kontemporer, seperti penguatan ekonomi melalui koperasi desa.
Pewarta: Sugeng

