RI News Portal. Pesisir Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali – Kembali dikejutkan oleh penemuan tragis sesosok jenazah laki-laki yang mengapung di tengah laut pada Minggu malam, 11 Januari 2026. Kejadian ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat pesisir yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan.
Penemuan pertama kali dilakukan oleh Nur Holil (48), warga Banjar Anyar, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, saat sedang berada di perairan sekitar Pengambengan pada petang hari. Kondisi jenazah yang sudah mengeluarkan bau menyengat membuat para nelayan yang berada di lokasi sempat ragu untuk langsung melakukan evakuasi.
Nelayan perahu fiber Nursam Aji (32), asal Pengambengan, menceritakan kronologi saat itu. Menurutnya, sekitar pukul 18.00 WITA, ia dan rekan-rekannya melihat sesosok tubuh terapung di kejauhan. “Begitu menyadari itu mayat, kami langsung menghubungi Polairud di Dermaga Pelabuhan Pengambengan. Awalnya kami hanya menggiring tubuh tersebut mengikuti arus karena belum berani menaikkan ke perahu,” ujar Nursam Aji saat ditemui di lokasi.

Baru sekitar pukul 20.30 WITA, tim Polairud Polres Jembrana bersama sejumlah nelayan akhirnya berhasil melakukan evakuasi jenazah ke daratan melalui Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pengambengan, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Proses pengangkatan berlangsung dengan kondisi cuaca laut yang relatif tenang.
Dari pemeriksaan visual awal, jenazah merupakan laki-laki dewasa yang ditemukan tanpa mengenakan celana. Korban hanya memakai kaos lengan panjang berwarna hitam bercorak merah dengan tulisan merek produk tertentu, serta sarung golok yang masih terikat di pinggang meski tanpa mata pisau di dalamnya. Wajah jenazah sudah tidak dapat dikenali akibat proses pembusukan lanjutan, dan tidak ditemukan barang identitas pribadi maupun tanda pengenal lainnya.
IPDA I Komang Susanta, KBO Polairud Polres Jembrana, membenarkan menerima laporan dari nelayan sekitar pukul 19.30 WITA. “Kami langsung bergerak menggunakan kapal boat menuju lokasi yang berjarak sekitar dua kilometer dari dermaga. Nelayan memang hanya menggiring jenazah karena khawatir kondisinya,” jelasnya.
Baca juga : Barcelona Raih Gelar Supercopa de España ke-16 Usai Kalahkan Real Madrid 3-2 dalam El Clásico Dramatis
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa oleh Tim Inafis Polres Jembrana ke Rumah Sakit Umum Negara untuk menjalani pemeriksaan postmortem serta upaya identifikasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemeriksaan forensik dan rekam medis jika diperlukan.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas korban serta menentukan penyebab kematian. Tim gabungan juga berkoordinasi dengan masyarakat sekitar dan nelayan untuk mencari informasi tambahan terkait kemungkinan korban berasal dari kapal yang tenggelam, nelayan yang hilang, atau peristiwa lain di Selat Bali.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa rentannya keselamatan di laut bagi para pelaut dan nelayan, terutama pada musim angin barat yang kerap membawa arus kuat. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda mencurigakan di perairan.
Pewarta : Kade NAL

