RI News Portal. Jakarta, 4 Januari 2026 – Di tengah deteksi varian influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia, otoritas kesehatan daerah mengajak masyarakat untuk secara konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai strategi utama pencegahan. Varian ini, yang pertama kali teridentifikasi secara global pada pertengahan 2025, telah menunjukkan penyebaran yang cepat di berbagai negara, namun data epidemiologi terkini menegaskan bahwa tingkat keparahannya tidak lebih tinggi dibandingkan strain influenza musiman lainnya.
Kepala bidang kesehatan ibu kota, Ani Ruspitawati, menekankan pentingnya langkah-langkah sederhana namun efektif dalam kehidupan sehari-hari. “Masyarakat diimbau untuk rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat mengalami gejala pernapasan, menerapkan etika batuk yang benar, serta menghindari kebiasaan menyentuh area wajah tanpa membersihkan tangan terlebih dahulu,” ujarnya dalam pernyataan akhir pekan lalu. Selain itu, asupan nutrisi seimbang, konsumsi air minimal dua liter per hari, tidur yang cukup, dan olahraga rutin direkomendasikan untuk mempertahankan daya tahan tubuh.
Ani juga mengingatkan agar masyarakat segera mencari pertolongan medis jika gejala tidak membaik. “Waspadai indikator komplikasi seperti pneumonia, termasuk pernapasan cepat, tarikan dinding dada yang kuat ke dalam, atau saturasi oksigen di bawah 92 persen,” tambahnya. Langkah ini krusial untuk mencegah eskalasi menjadi kondisi berat, meskipun mayoritas kasus subclade K menunjukkan gejala ringan serupa flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri otot.

Berdasarkan analisis genom lengkap yang rampung pada akhir Desember 2025, varian subclade K telah terdeteksi di Tanah Air sejak Agustus tahun lalu melalui sistem pengawasan sentinel untuk infeksi saluran pernapasan akut. Secara nasional, terdapat puluhan kasus yang tersebar di beberapa provinsi, dengan distribusi tertinggi di wilayah timur dan barat pulau Jawa serta Kalimantan. Namun, otoritas kesehatan pusat menilai situasi tetap terkendali, tanpa bukti peningkatan virulensi yang signifikan dibandingkan varian influenza sebelumnya.
Di tingkat lokal ibu kota, tren kasus influenza-like illness serta infeksi saluran pernapasan akut dan pneumonia menunjukkan penurunan progresif sejak mencapai puncak pada Oktober 2025. Pola serupa teramati pada penyakit mirip influenza yang sempat meningkat tajam pada Agustus, didominasi oleh tipe A. Meskipun infeksi saluran pernapasan akut mencatat angka kumulatif tinggi sepanjang tahun, penurunan ini mencerminkan efektivitas pengawasan dini dan respons masyarakat terhadap anjuran kesehatan.
Baca juga : Apresiasi dari Komunitas Pesantren Wonogiri terhadap Keberhasilan Pengamanan Libur Akhir Tahun
Para ahli virologi global, termasuk dari organisasi kesehatan internasional, mencatat bahwa evolusi subclade K merupakan bagian dari dinamika alami virus influenza, dengan mutasi yang memengaruhi protein permukaan namun tidak secara konsisten meningkatkan risiko komplikasi fatal. Pencegahan berbasis komunitas, seperti PHBS, tetap menjadi pilar utama, didukung oleh vaksinasi tahunan bagi kelompok rentan untuk mengurangi beban rumah sakit.
Dengan memasuki awal tahun baru, imbauan ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan individu berkontribusi besar terhadap kontrol kolektif terhadap penyakit pernapasan musiman, terutama di wilayah urban dengan mobilitas tinggi. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk penanganan yang tepat.
Pewarta : Yogi Hilmawan

