RI News Portal. Shenzhen, 7 Desember 2025 – Bandara Internasional Baoan Shenzhen mencatat tonggak penting dalam pemulihan lalu lintas udara internasionalnya. Pada Sabtu pagi, 6 Desember 2025, pukul 08.56 waktu setempat, pesawat Airbus A320-214 milik Zhejiang Loong Airlines dengan registrasi B-30FQ lepas landas dari landasan pacu ketiga menuju Tawau, Sabah, Malaysia. Penerbangan berjadwal ini secara resmi menggenapi jumlah rute internasional reguler dan lintas perbatasan dari Shenzhen menjadi 60 destinasi—angka yang persis sama dengan puncak sebelum pandemi pada akhir 2019.
Keberhasilan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Sepanjang 2025, otoritas bandara bekerja sama intensif dengan sejumlah operator besar untuk membuka kembali dan menambah rute-rute strategis. Total 27 rute baru atau yang direaktivasi telah diluncurkan tahun ini, menghubungkan Shenzhen dengan kota-kota di lima benua, antara lain Mexico City (melalui kerja sama Shenzhen Airlines dengan Aeroméxico), Male (Maladewa), Tokyo-Narita, Dubai, Riyadh, dan beberapa kota di Australia serta Eropa Barat. Penambahan ini mencerminkan strategi yang lebih luas: memanfaatkan momentum pembebasan visa serta pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi di kawasan Asia-Pasifik dan Belt and Road Initiative.

Faktor pendorong utama di balik lonjakan rute ke Asia Tenggara, khususnya Malaysia, adalah perjanjian saling pembebasan visa 30 hari yang mulai berlaku secara penuh pada Juli 2025. Kebijakan tersebut langsung memicu gelombang kunjungan dua arah. Penerbangan perdana Shenzhen–Tawau kemarin mencatat load factor 90,6% dengan 140 dari 155 kursi terisi—indikator kuat akan permintaan pasar yang terpendam, terutama dari segmen wisata, bisnis kecil-menengah, dan kunjungan keluarga di wilayah Sabah dan Guangdong.
Dalam waktu dekat, bandara berencana meluncurkan rute reguler Shenzhen–Melbourne serta beberapa destinasi lain di Oseania dan Amerika Latin. Langkah ini diperkuat oleh operasionalisasi landasan pacu ketiga sejak 29 November 2025 yang meningkatkan kapasitas pergerakan pesawat hingga lebih dari 200 take-off dan landing per hari pada periode padat.
Data operasional hingga akhir November 2025 menunjukkan Bandara Internasional Baoan telah melayani lebih dari 5,7 juta pergerakan penumpang internasional dan lintas perbatasan—naik 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut tidak hanya menandai pemulihan total, tetapi juga menempatkan Shenzhen kembali dalam kelompok elit bandara metropolitan Tiongkok yang memiliki jaringan internasional terluas di luar Beijing, Shanghai, dan Guangzhou.
Dengan kombinasi infrastruktur baru, kebijakan diplomatik yang mendukung, serta respons cepat terhadap permintaan pasar, Shenzhen kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu hub penerbangan paling dinamis di Asia Pasifik selatan. Perkembangan ini juga memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area) yang mengandalkan konektivitas udara sebagai salah satu arteri utama perdagangan dan mobilitas manusia.
Pewarta : Yudha Purnama

