RI News Portal. Jakarta – Pemerintah Indonesia menyatakan keyakinan kuat bahwa sektor pariwisata nasional akan mencatat lompatan signifikan pada 2026, dengan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 16-17,6 juta orang. Proyeksi ini disertai ambisi pendapatan devisa pariwisata sebesar 22-24,7 miliar dolar AS serta peningkatan kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 4,5-4,7 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Koordinasi Kepariwisataan Nasional di Jakarta, Senin (12/1). Menurut Airlangga, capaian 2025 yang telah melampaui proyeksi awal—dengan kunjungan wisman mencapai sekitar 15 juta orang—menjadi fondasi kuat bagi target yang lebih ambisius di tahun ini.
“Capaian tahun 2025 menunjukkan tren pemulihan yang konsisten dan akseleratif. Dengan dukungan seluruh kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, kami optimistis target 2026 dapat tercapai,” ujar Airlangga.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan atas beberapa pilar strategis untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia. Pertama, akselerasi infrastruktur dan konektivitas melalui penguatan jaringan antarbandara existing dengan bandara-bandara baru, serta program kolaborasi pusat-daerah di destinasi prioritas. Kedua, penyederhanaan akses masuk melalui evaluasi kebijakan visa kunjungan wisatawan mancanegara.
Pilar ketiga adalah transformasi tata kelola dan digitalisasi, yang mencakup perizinan terintegrasi untuk penyelenggaraan event serta penguatan standar keselamatan melalui mekanisme asuransi pariwisata. Keempat, penguatan sumber daya manusia dan pembiayaan, dengan program upskilling bagi 400 ribu tenaga kerja pariwisata setiap tahun serta pendirian Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF) untuk menjamin keberlanjutan fiskal sektor ini.
Pemerintah juga melanjutkan insentif pajak penghasilan ditanggung pemerintah (PPh DTP) bagi tenaga kerja pariwisata selama periode 2025-2026, sebagai bagian dari dukungan langsung terhadap pelaku industri.
Baca juga : Pemblokiran Grok di Asia Tenggara: Refleksi Kritis terhadap Tantangan Etika AI Generatif
Menjelang musim libur Hari Raya Idul Fitri 2026, berbagai program stimulus kembali dipersiapkan, termasuk potongan harga tiket transportasi dan belanja, sekaligus penyempurnaan fasilitas visa yang akan dilaporkan kepada Presiden.
Data hingga kuartal III-2025 menunjukkan kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 3,96 persen, dengan devisa mencapai 13,82 miliar dolar AS dan penyerapan tenaga kerja 25,91 juta orang. Hingga November 2025, kunjungan wisman tercatat 13,98 juta orang, dengan rata-rata pengeluaran per kedatangan sebesar 1.259 dolar AS. Wisatawan terbanyak berasal dari Malaysia (17,3 persen), diikuti Australia (11,3 persen), Singapura (10,5 persen), dan China (8,8 persen).
Dengan fondasi pemulihan pascapandemi yang semakin kokoh dan strategi terkoordinasi lintas sektor, pemerintah menilai target 2026 bukan hanya realistis, melainkan menjadi tonggak baru bagi transformasi pariwisata Indonesia menuju kontributor utama perekonomian nasional.
Pewarta : Albertus Parikesit

