RI News. Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya turut serta dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang membahas rencana penyesuaian kebijakan sektor energi serta paket stimulus ekonomi. Rapat tersebut digelar untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi gejolak harga energi dunia.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet pada Selasa, rapat dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara daring via konferensi video. Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai opsi penyesuaian di sektor energi guna menjaga stabilitas pasokan dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, sekaligus merumuskan stimulus ekonomi yang tepat sasaran.
“Rapat tersebut membahas sejumlah rencana kebijakan terkait penyesuaian sektor energi guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi serta beberapa rencana kebijakan stimulus ekonomi,” ujar Teddy Indra Wijaya.

Berbagai pandangan strategis dari para peserta rapat dikumpulkan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang lebih komprehensif. Hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Koordinasi ini menjadi kelanjutan dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Kamis (19/3). Saat itu, Presiden menerima laporan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengenai antisipasi pemerintah terhadap potensi krisis minyak akibat ketegangan di kawasan Teluk dan Timur Tengah.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya fokus efisiensi pada sektor-sektor prioritas tertentu agar ketahanan energi dalam negeri tetap terjaga tanpa mengganggu roda perekonomian masyarakat. Langkah penghematan yang diinstruksikan diharapkan menjadi strategi antisipatif menghadapi ketidakpastian global, sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap berkelanjutan.
Baca juga : Topeng Sekura: Drs. Muklis Basri Perkuat Identitas Budaya Lampung Barat di Pekon Sebarus
“Melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah berupaya memastikan kebijakan penghematan energi dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat,” demikian bunyi siaran resmi Sekretariat Presiden.
Para analis ekonomi menilai langkah ini sebagai respons cepat pemerintah dalam menyeimbangkan antara kebutuhan penghematan energi jangka pendek dengan upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal. Penyesuaian kebijakan energi dan stimulus yang sedang dirumuskan diharapkan mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan masyarakat luas, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan nasional menghadapi dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Proses perumusan kebijakan ini masih berlanjut, dengan koordinasi antarlembaga yang akan terus dipertajam untuk menghasilkan langkah-langkah yang adaptif dan berbasis data terkini.
Pewarta : Diki Eri

