RI News Portal. Pontianak, 4 Januari 2026 – Masyarakat Kalimantan Barat, terutama kalangan pelancong dan pelaku usaha, menyambut gembira pengumuman pembukaan rute penerbangan langsung nonstop dari Bandara Internasional Supadio Pontianak menuju Kuala Lumpur, Malaysia, oleh maskapai Batik Air. Rute ini dijadwalkan mulai beroperasi pada awal Januari 2026, dengan penerbangan perdana dari Kuala Lumpur tiba di Pontianak pada 5 Januari, diikuti keberangkatan dari Pontianak pada 6 Januari.
Inisiatif ini tidak hanya mempersingkat waktu tempuh perjalanan internasional bagi warga Kalimantan Barat, tetapi juga diharapkan menjadi katalisator bagi revitalisasi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan perdagangan lintas batas. Selama ini, perjalanan ke luar negeri sering kali memerlukan transit di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, yang menambah biaya dan waktu. Kini, dengan frekuensi tiga kali seminggu—pada hari Senin, Rabu, dan Sabtu—akses langsung ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat di wilayah Kalimantan, Jawa tengah, hingga Indonesia timur.
Para pegiat wisata dan konten digital menjadi salah satu kelompok yang paling antusias. Siti Mustiani, seorang pembuat konten perjalanan berbasis di Pontianak, menyebut rute ini sebagai solusi yang telah lama dinanti. “Akhirnya ada opsi penerbangan udara langsung ke Kuala Lumpur lagi. Bagi saya sebagai kreator konten wisata, ini berita menggembirakan, karena Kuala Lumpur selalu menjadi destinasi favorit bagi warga Indonesia, khususnya dari Pontianak,” katanya dalam wawancara pada Minggu, 4 Januari 2026.

Siti menekankan bahwa kemudahan ini mendukung beragam pola perjalanan, dari wisata solo, backpacking, hingga liburan keluarga. Ia juga menyampaikan ekspektasi terhadap keberlanjutan layanan. “Saya sudah memiliki rencana itinerari ke sana dalam waktu dekat, bersama banyak teman yang memberikan rekomendasi. Harapannya, ada variasi jadwal keberangkatan pagi maupun malam, dengan tarif yang tetap kompetitif,” tambahnya.
Aspek ekonomi menjadi sorotan utama lainnya. Febby, seorang warga Pontianak yang rutin bepergian ke luar negeri untuk keperluan bisnis dan rekreasi, menyoroti penghematan signifikan yang ditawarkan rute ini. “Sebelumnya, perjalanan internasional mengharuskan transit di Jakarta, yang berarti membeli tiket tambahan dengan harga sering kali tinggi. Kini, dengan penerbangan langsung, biaya menjadi jauh lebih terjangkau, sangat membantu bagi kami yang memiliki anggaran terbatas namun ingin menjelajahi dunia,” ungkap Febby.
Lebih lanjut, Febby melihat Kuala Lumpur sebagai gerbang internasional yang strategis. “Dari sana, koneksi ke Jepang, Korea Selatan, Eropa, hingga Australia lebih beragam dan sering disertai promosi tarif. Pembukaan rute ini bukan hanya tentang Malaysia, melainkan akses global yang lebih rasional dan efisien,” katanya dengan antusias.
Dari sisi operator, Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa rute Pontianak–Kuala Lumpur merupakan bagian dari upaya ekspansi jaringan internasional untuk mendukung pertumbuhan daerah. “Kami berkomitmen menyediakan alternatif perjalanan yang nyaman dan efektif, mengurangi ketergantungan pada rute panjang melalui pusat-pusat utama,” ujarnya dalam pertemuan dengan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pada akhir Desember 2025.
Pembukaan rute ini sejalan dengan momentum pemulihan pasca-pandemi dan persiapan menyambut inisiatif pariwisata regional, termasuk Visit Malaysia Year 2026. Dengan demikian, Kalimantan Barat berpotensi memperkuat posisinya sebagai hub konektivitas regional di Borneo, mendorong aliran wisatawan dua arah serta investasi lintas negara. Para pengamat ekonomi daerah memprediksi dampak multiplier effect terhadap UMKM lokal, perhotelan, dan industri kreatif, seiring meningkatnya interaksi budaya dan bisnis antara Indonesia dan Malaysia.
Pewarta : Salmi Fitri

