RI News, Surakarta, Selasa (13/10/2026) – Pemerintah memperkuat dukungan bagi atlet disabilitas Indonesia melalui skema pembiayaan pemusatan latihan nasional (pelatnas) secara multiyears atau tahun jamak. Kebijakan ini disebut berangkat dari perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto dan menjadi bagian dari persiapan kontingen Indonesia menghadapi Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 18-24 Oktober.
Penegasan itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam acara pengukuhan dan pelepasan Kontingen Indonesia di Pendhapi Ageng Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (12/10). Menurut Erick, Presiden menaruh perhatian pada perjuangan atlet disabilitas yang tetap mampu mengukir prestasi di tengah keterbatasan, dan dukungan itu diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi mereka di Jepang.
“Beliau peduli, sayang sama kalian. Mudah-mudahan perhatian khusus ini menjadi penyemangat buat kita semua yang aktif dalam keseharian di olahraga nasional. Untuk bonus jangan khawatir, Presiden selalu memberikan yang terbaik,” kata Erick dalam keterangan resminya.

Erick menjelaskan bahwa prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, sehingga persiapan atlet memerlukan kesinambungan. Dalam konteks inilah pembiayaan pelatnas tahun jamak diposisikan sebagai instrumen untuk mendukung atlet menghadapi ajang multievent. Dengan skema ini, program latihan tidak bergantung pada siklus anggaran satu tahun dan dapat direncanakan dalam rentang yang lebih panjang.
Selain dukungan anggaran, Erick menekankan pentingnya koordinasi dan kekompakan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, dan pihak terkait lainnya dinilai harus bekerja sama agar kebutuhan atlet terpenuhi.
“Harus kompak dan sayang atlet. Kita pastikan semua persiapan bersama-sama. Tentunya bukan kami sendiri. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, NPC, dan berbagai pihak untuk memastikan hal ini bisa tercapai karena gotong royong,” ujarnya.
Erick juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada seluruh atlet dan menegaskan komitmennya untuk mendampingi perjuangan kontingen Indonesia di Jepang.
Pada ajang kali ini, Indonesia menargetkan posisi 10 besar klasemen akhir melalui raihan tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu, atau total 32 medali. Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyatakan target tersebut disusun berdasarkan analisis dan evaluasi terhadap potensi atlet selama pelatnas, serta hasil kualifikasi sesuai kriteria Asian Paralympic Committee.
Reda memastikan seluruh atlet siap secara fisik dan mental untuk bersaing di pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia tersebut.
“Sejak dibentuknya tim Kontingen Indonesia, telah dilakukan analisis dan evaluasi oleh para pelatih serta pengurus NPC, potensi capaian prestasi para atlet yang merupakan capaian yang diperoleh selama menjalani pemusatan latihan,” kata Reda.
Indonesia mengirim 103 atlet yang akan bertanding di 12 cabang olahraga. Rinciannya, tujuh atlet panahan, 25 para atletik, 15 para bulu tangkis, lima boccia, lima para balap sepeda, tujuh para judo, 10 para angkat berat, tiga para menembak, 12 para renang, sembilan para tenis meja, dua para taekwondo, dan tiga anggar kursi roda. Secara keseluruhan, kontingen berjumlah 219 orang, termasuk pelatih, manajer, tenaga pendukung, tim medis, dan tim media.
Pewarta : Albertus Parikesit
Tagline: #AsianParaGames2026, #AtletDisabilitas, #PrabowoSubianto, #ErickThohir, #PelatnasMultiyears, #KontingenIndonesia, #NPCIndonesia, #Menpora,
