RI News Portal. Jakarta, 21 Desember 2025 – Di tengah hiruk-pikuk ibu kota yang multikultural, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya terhadap keberagaman melalui penyelenggaraan Pasar Kreatif Natal 2025. Acara ini digelar di Taman Lapangan Banteng, sebuah ruang publik historis di Jakarta Pusat, pada 20-21 Desember 2025, sebagai bagian integral dari rangkaian perayaan Natal yang lebih luas.
Menurut Michael Rolandi Cesnanta Brata, Ketua Panitia Natal Pemprov DKI Jakarta, event ini bukan sekadar bazaar musiman, melainkan wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap perayaan Hari Raya Natal bagi komunitas Kristiani sekaligus seluruh warga Jakarta. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan Christmas Carol Kolosal pada 11 Desember, dilanjutkan dengan Pasar Kreatif Natal ini, dan akan ditutup dengan Christmas Carol Kolosal Volume II pada 23 Desember.
Pasar Kreatif Natal 2025 menawarkan pengalaman yang kaya akan elemen budaya dan ekonomi kreatif. Pengunjung dapat menyaksikan talkshow inspiratif bersama figur publik seperti Dodit Mulyanto, Wavi Zihan, Fajar Martha, dan Sunar Samtani, yang membahas tema-tema relevan dengan semangat Natal. Selain itu, terdapat pertunjukan Jakarta Art House serta sesi nonton bareng film Tanda Tanya produksi Misbar Kota, yang mengajak refleksi mendalam tentang toleransi dan harmoni sosial.

Salah satu daya tarik utama adalah keikutsertaan 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Mereka memamerkan produk-produk autentik seperti kerajinan tangan, kuliner khas, serta suvenir bertema Natal yang mencerminkan kreativitas masyarakat Jakarta. Inisiatif ini tidak hanya menyemarakkan atmosfer festif, tetapi juga memberikan panggung bagi ekonomi kreatif grassroots, sejalan dengan upaya pemberdayaan sektor informal di tengah transformasi Jakarta menuju metropolis global.
Paralel dengan pasar kreatif, digelar pula Jakarta Park Voices Competition yang memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta. Kompetisi paduan suara ini melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia—anakanak, remaja, hingga dewasa—yang membawakan lagu-lagu Natal, menampilkan bakat vokal yang beragam dan memperkaya landscape seni pertunjukan kota.
Baca juga : Kapolres Bitung Tinjau Langsung Pos-Pos Pengamanan Operasi Lilin 2025
Dari perspektif akademis, acara semacam ini dapat dilihat sebagai strategi soft power dalam governance urban. Michael Rolandi menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong keberagaman sebagai fondasi kekuatan kota. “Melalui keberagaman tersebut, Jakarta diharapkan semakin kuat dalam menyongsong diri sebagai kota global,” ungkapnya. Pendekatan ini selaras dengan konsep kota inklusif, di mana perayaan keagamaan tidak lagi tersegmentasi, melainkan menjadi ruang bersama yang memperkuat kohesi sosial di masyarakat heterogen.
Di era pasca-pandemi, di mana interaksi publik semakin bernilai, Pasar Kreatif Natal 2025 menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah memanfaatkan event budaya untuk revitalisasi ruang publik, stimulasi ekonomi lokal, dan penguatan identitas kolektif. Acara ini tidak hanya merayakan Natal, tetapi juga merefleksikan resiliensi Jakarta sebagai melting pot budaya yang terus beradaptasi dengan dinamika global.
Pewarta : Yogi Hilmawan

