RI News Portal. Trenggalek, 19 Januari 2026 – Dalam upaya memperkenalkan potensi wisata dan produk unggulan dalam negeri, khususnya di wilayah Jawa Timur, Paguyuban Prawan’80 Surabaya menggelar kunjungan edukatif ke Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, pada Sabtu (18/1/2026).
Sekitar 25 anggota paguyuban tersebut menghabiskan waktu hingga siang hari untuk menjelajahi seluruh fasilitas di lokasi tersebut. Kunjungan ini tidak hanya bertujuan mempererat tali persaudaraan antar anggota, tetapi juga secara aktif mempromosikan destinasi wisata berbasis edukasi yang mengintegrasikan budidaya tanaman kakao dengan proses pengolahan cokelat modern.
Kampung Coklat, yang telah berdiri sejak 2014, merupakan kawasan wisata yang menggabungkan perkebunan kakao asli dengan pabrik pengolahan cokelat. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan langsung siklus produksi mulai dari penanaman bibit kakao, perawatan tanaman, hingga tahapan pengolahan biji menjadi berbagai produk cokelat berkualitas. Pabrik yang beroperasi di lokasi ini telah memproduksi beragam olahan seperti cokelat batang, bubuk, permen, dan makanan ringan lainnya sejak sekitar tahun 2018, dengan pemasaran utama di Jawa Timur serta ekspor ke beberapa negara Timur Tengah.

Selain aspek edukasi dan produksi, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas rekreasi keluarga, termasuk area permainan anak, workshop pembuatan cokelat secara langsung, kafe serta restoran yang menyajikan menu berbahan dasar cokelat lokal. Mayoritas pengunjungnya adalah wisatawan domestik, yang menjadikan tempat ini sebagai salah satu ikon wisata edukatif di Blitar dengan nuansa sejarah panjang pengembangan kakao di wilayah tersebut.
Salah seorang anggota Paguyuban Prawan’80, yang enggan disebut namanya, menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang kekayaan produk lokal. “Kunjungan seperti ini membantu kami lebih mengenal tempat wisata potensial sekaligus proses pembuatan cokelat autentik di tanah air,” ujarnya.
Baca juga : Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
Kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB, di mana rombongan meninggalkan lokasi setelah menikmati rangkaian tur, observasi, dan diskusi singkat dengan pihak pengelola serta karyawan setempat. Kunjungan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus mendukung dan mempromosikan destinasi wisata serta produk unggulan daerah, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Pewarta: Sugeng

