Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Hiburan
  • Movie Review: “How to Train Your Dragon”: Adaptasi Live-Action yang Memukau dan Menghidupkan Dunia Fantasi

Movie Review: “How to Train Your Dragon”: Adaptasi Live-Action yang Memukau dan Menghidupkan Dunia Fantasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 4 min read
Live-Action yang Memukau dan Menghidupkan Dunia Fantasi
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta – Pernahkah Anda membayangkan terbang tinggi di atas punggung seekor naga yang ramah? Film terbaru How to Train Your Dragon mungkin bisa menjadi pilihan tepat — dari jarak yang lebih aman, tentu saja — meskipun sensasinya tetap bisa membuat kepala berputar.

Adaptasi langsung dari kisah petualangan yang sebelumnya kurang mendapat sorotan ini membawa penonton terbang ke awan bersama Hiccup, bocah Viking remaja, dan Toothless, naga setianya. Sensasi mendalam dan rasa puas yang membahagiakan ini mungkin membuat Anda lupa sejenak untuk bernapas — dan yang lebih penting, Anda tetap duduk nyaman di kursi bioskop. Sebuah apresiasi khusus patut diberikan kepada sinematografer kawakan Bill Pope, yang sudah tidak asing lagi dengan dunia fantasi lewat karyanya di The Matrix maupun Scott Pilgrim vs. The World.

Film ini tidak banyak berbeda dari versi animasinya, baik dari segi pengambilan gambar maupun alur cerita. Gerard Butler kembali memerankan Kepala Stoick the Vast, pemimpin Berk. Sedangkan Mason Thames, yang berperan sebagai Hiccup, bahkan terdengar sedikit mengingatkan pada Jay Baruchel, pemeran versi animasinya. Namun, berbeda dengan banyak film animasi yang dibuat versi live-action dan sering kali terasa berlebihan atau malah menjadi tiruan buruk, How to Train Your Dragon tetap mempertahankan keajaiban aslinya.

Hal ini tentu berkat kehadiran Dean DeBlois sebagai sutradara, sosok di balik trilogi animasi aslinya. Siapa lagi yang lebih tepat untuk menghidupkan kembali karakter-karakter kesayangan ini selain sang pencipta? Lebih dari itu, DeBlois tahu betul bagaimana memanfaatkan keunggulan live-action untuk memperkaya dunia yang diciptakan oleh penulis Cressida Cowell. Teknologi efek visual pun telah berkembang pesat sejak era DragonHeart, sehingga naga-naga CG yang menyemburkan api ini terasa sangat nyata. Meski tampil dengan nuansa yang mengingatkan pada Lord of the Rings atau Game of Thrones, film ini tetap ringan dan cocok dinikmati oleh penonton muda. Ada beberapa adegan menegangkan, namun tidak lebih intens dibandingkan film animasi aslinya yang sudah berusia 15 tahun.

Awal cerita memang berjalan agak lambat, meskipun dimulai dengan pertempuran sengit antara bangsa Viking dan naga di Pulau Berk. Banyak eksposisi dan pengenalan karakter yang harus dilewati sebelum penonton benar-benar tenggelam dalam alur cerita. Versi ini juga menambahkan unsur multikultural dengan menghadirkan prajurit dari berbagai suku di seluruh dunia yang direkrut untuk menghadapi naga. Hiccup sendiri adalah bayi dari keluarga bangsawan Viking, putra kepala suku yang memiliki status istimewa sekaligus merasa terasing di dunia para pejuang keras itu. Tubuhnya yang kurus dan lemah membuatnya sulit diterima, sebab dalam budaya mereka, membunuh naga adalah simbol keberanian dan kehormatan. Sementara itu, Astrid (Nico Parker), kekasih Hiccup, adalah salah satu prajurit muda yang paling menjanjikan. Hanya Gobber (Nick Frost), pandai besi sekaligus guru pembunuh naga yang humoris, yang percaya pada Hiccup dan berhasil meyakinkan sang kepala suku memberinya kesempatan.

Baca juga : Marinir Ambil Alih Pengamanan Gedung Federal di Los Angeles Usai Protes Imigrasi

Film benar-benar menemukan “mesin penggeraknya” ketika Hiccup bertemu Toothless, seekor naga Night Fury bermata besar yang tak mampu ia bunuh. Alih-alih membunuh, Hiccup memilih mempelajari dan memahami makhluk itu, yang ternyata tidak semenakutkan yang selama ini diyakini semua orang. How to Train Your Dragon berhasil mengajarkan nilai empati dan kecerdikan tanpa terdengar menggurui. Mason Thames, yang juga masih remaja, berhasil memerankan dengan baik sosok Hiccup yang canggung sekaligus berani. Anda bisa menghadirkan banyak naga lucu, tapi jika hubungan antarmanusia tidak kuat, penonton akan cepat kehilangan minat.

Gerard Butler tampak menikmati perannya sebagai kepala suku dengan aura tegas sekaligus penuh semangat. Sementara Nico Parker memberikan kedalaman pada tokoh Astrid, yang menjadi sosok terbaik dalam kelompok yang seringkali kurang menonjol dalam pertarungan berat ini.

Gambar yang dirilis oleh Universal Pictures ini menunjukkan Mason Thames, kiri, dan Nico Parker dalam sebuah adegan dari “How to Train Your Dragon.”,

Anak-anak layak mendapatkan film yang dibentangkan di atas layar selebar mungkin. How to Train Your Dragon adalah salah satu film yang pantas ditonton di bioskop. Film ini berpotensi memicu imajinasi anak-anak, entah untuk kembali membaca bukunya atau berangan-angan menciptakan dunia mereka sendiri. Dan jangan khawatir, tidak ada yang akan berteriak “penunggang ayam” di sini.

How to Train Your Dragon, yang didistribusikan oleh Universal Pictures dan tayang di bioskop mulai Jumat, mendapatkan rating PG dari Motion Picture Association karena “rangkaian aksi dan bahaya yang intens.” Durasi film ini adalah 125 menit, dan saya memberi nilai tiga setengah bintang dari empat.

Pewarta : Vie

Baca Berita lain >>>>>>>>>>>
#rinewsadvertaising, #iklanrinews, #ruangiklan, #terkinirinews,
#beritarinews, #viralrinews, #updaterinews, #inforinews,
#beritarepublikindonesia, #beritaindonesia, #republikindonesianews,
#indonesianews, #republicindonesianews, #republicindonesiannews,
#beritacepat, #beritabaru, #ri_news, #republikindonesiaportal, #pertalberitaindonesia,
#rinewsportal, #republikindonesiaportal, #republicindonesianewsportal, #republicindonesianportal
#teman, #all, #wartawan, #berita

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Marinir Ambil Alih Pengamanan Gedung Federal di Los Angeles Usai Protes Imigrasi
Next: Bakti Sosial Polda Jateng di Tambakrejo: Polri Pererat Kedekatan dengan Warga Pesisir Jelang Hari Bhayangkara ke-79

Related Stories

Integrasi Wakanda dan Fantastic Four dalam Trailer Terbaru Avengers- Doomsday
3 min read

Integrasi Wakanda dan Fantastic Four dalam Trailer Terbaru Avengers: Doomsday

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
Hadir dengan Nuansa Sejarah dan Intrik yang Mendalam
3 min read

Adaptasi Misteri Klasik Agatha Christie: ‘Seven Dials’ Hadir dengan Nuansa Sejarah dan Intrik yang Mendalam

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
'
3 min read

Jackie Chan Kembali ke Layar Lebar dengan ‘Unexpected Family’: Kisah Hangat tentang Ikatan Tak Terduga di Tengah Kesepian Modern

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.