RI News. Melawi – Di tengah hembusan angin malam yang membawa aroma ketenangan spiritual, aparat kepolisian di wilayah Melawi, Kalimantan Barat, menjalankan misi mulia untuk memastikan setiap sujud dan doa berjalan tanpa gangguan. Polres Melawi, dibantu oleh seluruh Polsek di bawah jajarannya, telah menggelar operasi patroli monitoring dan pengamanan secara intensif selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Inisiatif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan manifestasi dari dedikasi lembaga penegak hukum dalam membangun ikatan kepercayaan dengan masyarakat, khususnya umat Muslim yang tengah menjalani ibadah puasa dan tarawih.
Kegiatan yang dilaksanakan setiap malam ini mencerminkan pendekatan proaktif dalam menjaga ketertiban masyarakat (kamtibmas), di mana petugas tidak hanya hadir sebagai penjaga, tapi juga sebagai mitra dialogis bagi warga. Fokus utama operasi ini tertuju pada masjid-masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah, terutama di area keramaian kota dan sepanjang jalur lalu lintas utama. “Pengamanan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, sehingga jamaah bisa menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan tanpa rasa was-was,” ungkap Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla, dalam pernyataannya pada Kamis, 19 Februari.

Dalam praktiknya, personel kepolisian menerapkan strategi multifaset yang meliputi patroli berbasis dialog, pengaturan arus kendaraan di sekitar tempat ibadah, serta pengawasan ketat terhadap area parkir. Langkah-langkah ini bertujuan mengantisipasi potensi ancaman seperti pencurian kendaraan atau gangguan keamanan lainnya yang kerap muncul di momen keramaian. Lebih dari itu, petugas secara aktif memberikan edukasi kamtibmas kepada masyarakat, mengajak mereka untuk saling mengawasi dan menjaga ketertiban bersama. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi risiko, tapi juga memperkuat jaringan sosial antara polisi dan komunitas, sebagaimana diharapkan oleh Kapolres Simbolon: “Kehadiran kami di tengah masyarakat diharapkan membawa ketenangan sekaligus mempererat silaturahmi, memastikan seluruh rangkaian ibadah Ramadhan berjalan lancar dan tertib.”
Baca juga : Dapur SPPG Ngadirojo Siap Kembali Beroperasi Usai Penuhi 15 Catatan BGN Pasca Dugaan Keracunan Massal
Dari perspektif yang lebih luas, operasi ini menggambarkan evolusi peran kepolisian di era kontemporer, di mana pencegahan menjadi prioritas utama ketimbang reaksi pasca-insiden. Di wilayah seperti Melawi, yang dikenal dengan keberagaman budaya dan aktivitas masyarakat yang tinggi selama bulan suci, inisiatif semacam ini berkontribusi pada stabilitas sosial yang berkelanjutan. Kapolres menekankan pentingnya partisipasi aktif dari warga: “Dukungan masyarakat adalah kunci utama untuk menciptakan situasi kondusif. Kami berkomitmen menjalankan ini secara konsisten hingga akhir Ramadhan, sebagai bentuk pelayanan kami kepada umat.”
Melalui operasi ini, Polres Melawi tidak hanya menjaga fisik keamanan, tapi juga memelihara esensi spiritual Ramadhan—sebuah bulan penuh berkah yang seharusnya diisi dengan kedamaian dan introspeksi. Kegiatan semacam ini, jika direplikasi di berbagai daerah, bisa menjadi model bagi penguatan hubungan antara institusi negara dan rakyat, membuktikan bahwa keamanan adalah hak bersama yang dibangun melalui kolaborasi.
Pewarta: Lisa Susanti.

