RI News Portal. Jatisrono, Wonogiri 19 Desember 2025 – Di tengah ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin intens di Kabupaten Wonogiri, khususnya tanah longsor dan angin kencang akibat curah hujan tinggi, sebuah inisiatif penting dilaksanakan di Desa Jatisrono. Pada Kamis, 18 Desember 2025, Balai Desa Jatisrono menjadi saksi kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kesiapsiagaan tanggap bencana yang ditujukan bagi anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) setempat.
Kegiatan ini diinisiasi oleh aparat pembina wilayah dari Koramil 14/Jatisrono dan Polsek Jatisrono, dengan tujuan memperkuat kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan dalam mitigasi risiko bencana. Sebanyak 28 anggota Linmas mengikuti pelatihan tersebut, didampingi oleh Kepala Desa Jatisrono, Mulyadi; perwakilan Koramil seperti Serka Budi Rohimat; personel Polsek termasuk Aiptu Didik dan Brigadir Gatot; serta Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) desa, Kariman, beserta perangkat desa lainnya.
Menurut Serka Budi Rohimat, pelatihan ini dirancang untuk mengoptimalkan peran Linmas dalam memahami dan merespons potensi bencana. “Pemberian materi dan pembinaan ini bertujuan agar anggota Linmas dapat memahami tugas mereka secara mendalam, terutama dalam mengantisipasi kejadian darurat,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa pengetahuan tentang kondisi alam lokal, seperti kerentanan lereng dan pola cuaca, menjadi kunci utama bagi Linmas untuk bertindak profesional dan proporsional.

Lebih lanjut, Serka Budi Rohimat menyoroti peran strategis Linmas sebagai elemen masyarakat yang langsung bersentuhan dengan warga. “Keberadaan Linmas sangat vital karena mereka merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketentraman, dan ketertiban sosial, sekaligus dalam penanganan awal bencana alam,” paparnya. Pembekalan rutin seperti ini, lanjutnya, diharapkan dapat memelihara keterampilan anggota Linmas, sehingga mereka mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan merespons bencana dengan cepat serta efektif.
Konteks lokal menjadi faktor pendorong utama kegiatan ini. Kabupaten Wonogiri, termasuk Kecamatan Jatisrono, dikenal sebagai wilayah dengan risiko bencana tinggi, terutama longsor yang kerap terjadi pada musim hujan. Data terkini menunjukkan puluhan kasus longsor di berbagai titik, termasuk di sekitar Jatisrono, yang menimbulkan kerugian materi signifikan meski belum ada korban jiwa. Inisiatif seperti bimtek ini mencerminkan pendekatan berbasis komunitas dalam pengurangan risiko bencana, di mana pemberdayaan masyarakat lokal menjadi prioritas untuk membangun resiliensi desa.
Baca juga : Dugaan Penyelewengan Dana Bantuan Langsung Tunai di Nagari Sungai Sirah Air Haji
Dengan pendekatan kolaboratif antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat, kegiatan semacam ini tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan individu, tetapi juga memperkuat jaringan tanggap darurat di tingkat grassroot. Di akhir acara, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan kesadaran mitigasi bencana kepada warga sekitar, sehingga Desa Jatisrono semakin tangguh menghadapi ancaman alam.
Pewarta: Nandar Suyadi

