RI News. Wonogiri, 29 Juli 2026 — Di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan yang terus mengancam wilayah pegunungan Jawa, sosok seorang lansia dari Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, memberikan pelajaran berharga tentang ketekunan dan tanggung jawab ekologis. Mbah Sadiman, pria berusia 74 tahun, telah menghabiskan hampir tiga dekade hidupnya untuk menghijaukan kembali lereng selatan Gunung Lawu yang sempat tandus akibat kebakaran hebat.
Sejak 1996, Mbah Sadiman memulai aksi penghijauan secara mandiri. Ia tergerak oleh keprihatinan mendalam melihat wilayah sekitarnya yang gersang setelah kebakaran hutan besar pada 1964 di lereng Gunung Gendol. Ratusan hektare hutan menjadi tandus, sumber air surut, dan kekeringan parah melanda. Tanpa menunggu bantuan eksternal, ia menanam pohon beringin satu per satu. Kini, lebih dari 15.000 pohon beringin telah tumbuh di lahan seluas sekitar 250 hektar. Hasilnya nyata: kawasan yang dulu kering kini memunculkan mata air melimpah yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan minum dan pertanian.

Perjalanan panjang itu tidak selalu mulus. Mbah Sadiman sempat dikucilkan dan dianggap aneh oleh sebagian warga karena memilih menanam beringin yang dinilai tidak menghasilkan uang secara langsung. Bahkan ada yang menyebutnya kurang waras. Namun ia tetap teguh. “Ora tak gubris uwong arep ngomong opo, malah ono sing ngarani aku ora waras. Tapi saya akan mengambil hikmah dan dampak positif sumber air melimpah yang akan dituai oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kini, warisan perjuangannya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Mbah Sadiman secara aktif melibatkan generasi muda di desanya agar semangat merawat alam terus berlanjut. Ia juga menggandeng relawan pecinta alam dan peduli lingkungan di Kabupaten Wonogiri untuk bersama-sama melakukan penanaman dan pemeliharaan di lereng-lereng gunung. Menurutnya, selama tenaga masih memungkinkan, ia akan terus menjaga gunung sebagai cagar alam yang wajib dirawat.
Baca juga: Transformasi Nusakambangan: Teknologi Tinggi Cetak Wirausaha Mandiri di Balik Tembok Lapas
Kisah Mbah Sadiman menjadi bukti bahwa aksi nyata individu, meski dimulai dari skala kecil dan menghadapi tantangan sosial, mampu menghasilkan dampak ekologis jangka panjang. Upaya penghijauan yang dilakukannya tidak hanya memulihkan tutupan vegetasi, tetapi juga memulihkan fungsi hidrologis kawasan yang vital bagi kehidupan masyarakat sekitar. Dedikasi seorang lansia yang tetap konsisten hingga usia senja ini mengingatkan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab lintas generasi yang membutuhkan keteguhan dan keberanian untuk melawan arus.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #MbahSadiman, #PahlawanLingkungan, #GunungLawu, #Penghijauan, #KonservasiAir, #Wonogiri, #AksiNyata, #GenerasiMudaPeduliAlam,

