RI News. Kebumen – Ajang tenis tingkat regional Manafera Tennis Cup 2026 berhasil menarik perhatian luas dengan keikutsertaan 104 peserta dari beragam wilayah di Jawa Tengah hingga Jakarta. Kompetisi yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Februari 2026, di Lapangan Tenis Pendopo Kabupaten Kebumen ini menjadi sorotan utama dalam kalender olahraga mahasiswa setempat.
Turnamen tersebut merupakan salah satu rangkaian utama Festival Management yang digagas dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Gombong. Keterlibatan peserta dari berbagai kota seperti Wates, Yogyakarta, Purworejo, Kutoarjo, Purwokerto, Semarang, Purbalingga, Tegal, serta ibu kota negara menandakan perluasan jangkauan event ini di luar lingkup lokal Kebumen dan sekitarnya.
Sepanjang pelaksanaan, pertandingan berlangsung ketat di semua kategori, mulai dari kelompok anak-anak hingga dewasa. Meski persaingan sengit, para atlet dan penyelenggara konsisten menjaga prinsip fair play. Suasana venue dipenuhi semangat dengan kehadiran keluarga, pendukung, serta penonton yang turut menghidupkan setiap rally dan servis.

Syarif Alfa Rizki, selaku Ketua Panitia, menyatakan kepuasannya atas kelancaran keseluruhan acara. “Kami bersyukur event ini dapat berjalan sesuai jadwal, tertib, dan sukses besar. Semua laga berlangsung kompetitif, namun nilai sportivitas tetap menjadi prioritas utama,” ungkapnya seusai penutupan.
Ia menekankan bahwa capaian lebih dari seratus peserta dari lintas daerah bukan sekadar angka, melainkan indikator kuatnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga tenis. “Keberhasilan ini juga membuktikan kemampuan mahasiswa Manajemen dalam merancang dan mengeksekusi event berskala menengah hingga besar. Partisipasi dari luar wilayah menjadi bukti daya tarik turnamen ini semakin meluas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Syarif Alfa Rizki menyampaikan visi jangka panjang agar Manafera Tennis Cup berkembang menjadi agenda tahunan yang lebih profesional, dengan standar penyelenggaraan yang terus meningkat serta potensi daya saing yang lebih tinggi. “Kami berharap ke depan event ini bisa menarik lebih banyak atlet berprestasi dan menjadi referensi bagi penyelenggara muda lainnya,” tuturnya.
Sebagai inisiatif mahasiswa, keberhasilan penyelenggaraan ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan festival serupa di masa mendatang, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memajukan olahraga berbasis komunitas di tingkat regional.
Pewarta: Tur Hartoto

