RI News Portal. Wonogiri, 2 Januari 2026 – Hujan deras yang melanda wilayah pegunungan selatan Jawa Tengah pada awal tahun baru memicu peristiwa tanah longsor yang merusak salah satu hunian warga di Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Kejadian pada Kamis, 1 Januari 2026, ini menimpa bagian dapur rumah milik Tukiman, seorang lansia berusia 63 tahun, yang berlokasi di Dusun Pule RT 001/RW 005, Desa Sukoharjo.
Menurut keterangan saksi mata dan peninjauan lapangan, longsor dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi, menyebabkan tebing tanah di belakang rumah amblas dan menimpa dinding belakang dapur. Kerusakan struktural cukup signifikan, membuat bagian tersebut tidak layak huni sementara waktu. Estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp10 juta, terutama akibat runtuhnya dinding dan kerusakan perabot rumah tangga.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Material longsor yang menutupi area dapur berhasil dicegah menyebar lebih luas berkat struktur bangunan utama yang masih kokoh. Namun, kondisi ini memaksa penghuni untuk sementara meninggalkan bagian rumah yang terdampak.

Pada Jumat, 2 Januari 2026, personel dari satuan TNI setempat, termasuk Pelda Bambang dari unit wilayah Tirtomoyo, melakukan kunjungan langsung ke lokasi. “Kami mengonfirmasi tidak ada korban manusia, tetapi material tanah yang longsor telah membuat bangunan tersebut tidak aman untuk ditempati dalam waktu dekat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa koordinasi sedang dilakukan dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.
Rencana aksi gotong royong atau karya bakti dijadwalkan pada Sabtu, 3 Januari 2026, melibatkan sinergi antara personel militer, aparat desa, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diharapkan dapat membersihkan material longsor serta melakukan perbaikan darurat untuk mengembalikan fungsi hunian.
Seorang perwira TNI dari komando distrik Wonogiri, Indra, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat menghadapi musim hujan. “Wilayah Tirtomoyo memiliki riwayat kerentanan tinggi terhadap longsor, terutama pada lereng-lereng dengan kemiringan curam dan tanah yang mudah jenuh air. Kami menghimbau warga untuk memantau tanda-tanda awal seperti retakan tanah atau aliran air yang tidak biasa, serta segera melaporkan ke pihak berwenang,” katanya.
Baca juga : Penguatan Cadangan Beras Pemerintah: Fondasi Ketahanan Pangan Nasional di Awal 2026
Kejadian ini menambah catatan panjang bencana hidrometeorologi di kawasan pegunungan Wonogiri, di mana faktor geomorfologi seperti lereng terjal dan curah hujan musiman sering menjadi pemicu utama. Studi akademis sebelumnya telah mengidentifikasi sebagian besar wilayah Tirtomoyo masuk dalam zona kerentanan sedang hingga tinggi terhadap pergerakan tanah, dengan rekomendasi mitigasi berupa penanaman vegetasi penahan dan sistem peringatan dini.
Pihak berwenang setempat terus memonitor perkembangan cuaca, mengingat prakiraan hujan masih berpotensi berlanjut di awal Januari. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menghindari pembangunan di bawah tebing rawan dan mempersiapkan rencana evakuasi darurat.
Pewarta : Nandar Suyadi

