RI News. Jakarta – Menjelang peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang memperkuat komitmen menjaga integritas lembaga dengan melaksanakan tes urine massal secara serentak bagi pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/4/2026) ini melibatkan 131 pegawai serta lebih dari 300 Warga Binaan. Pemeriksaan dilakukan secara transparan dan diawasi ketat untuk memastikan objektivitas hasil. Tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Timur turut dilibatkan guna menjamin kredibilitas dan independensi proses tes.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa peringatan HBP tidak boleh sekadar menjadi rangkaian acara seremonial semata. Momentum ini harus dijadikan sebagai refleksi mendalam sekaligus penguatan komitmen nyata dalam memberantas praktik tidak terpuji di lingkungan pemasyarakatan.

“Peringatan HBP harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan. Tes urine ini adalah bentuk komitmen kami memastikan Lapas Cipinang benar-benar bersih dari narkoba dan praktik HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba). Pencegahan harus dilakukan secara konsisten, terukur, dan tanpa kompromi,” tegas Wachid Wibowo.
Wachid menambahkan bahwa penguatan integritas pegawai dan pengawasan ketat terhadap Warga Binaan merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Lapas Cipinang, Lis Susanti, menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap pegawai merupakan bagian dari pengawasan internal yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Dari hasil tes urine yang dilaksanakan, seluruh pegawai dinyatakan negatif penggunaan narkoba.
Baca juga : Pasca-Lebaran, Ribuan Keluarga di Bojongbata Pemalang Nikmati Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng
“Tes urine ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh jajaran tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Integritas aparatur adalah kunci membangun sistem pemasyarakatan yang bersih dan terpercaya,” ujar Lis Susanti.
Salah seorang pegawai Lapas Cipinang, Yuniarti, menyambut positif pelaksanaan tes tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengingat bersama bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan kerja yang bersih dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini. Tes urine menjadi pengingat bahwa setiap pegawai harus menjaga diri dan menjaga lembaga agar tetap bersih serta berintegritas,” ungkap Yuniarti.

Pelaksanaan tes urine massal ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Cipinang dalam menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menekankan pemberantasan narkoba serta penguatan tata kelola berbasis nilai PRIMA: Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel.
Dengan pendekatan preventif dan transparan ini, Lapas Cipinang berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus memperkuat citra institusi di mata masyarakat.
Pewarta: Ragil Surono

