RI News Portal. Solok, Sumatera Barat – Sorotan publik kini tertuju pada proyek pembangunan ruas Jalan Nasional Aia Dingin–Alahan Panjang–Surian di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, setelah momen teguran terbuka dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade kepada Bupati Solok Jon Firman Pandu menjadi viral di berbagai kanal media sosial.
Dalam kunjungan langsung ke lokasi proyek pada akhir Januari 2026, Andre Rosiade tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap lambannya proses pembebasan lahan. Ia menegaskan bahwa keterlambatan ini menjadi penghalang utama bagi kelancaran pembangunan infrastruktur yang telah dikontrak sejak 16 Desember 2025 oleh pemerintah pusat.
Proyek tersebut, yang merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas jalan nasional di wilayah pegunungan Sumatera Barat, menghadapi kendala serius karena 292 unit rumah warga yang berada di sepanjang trase jalan masih belum direlokasi sepenuhnya. Padahal, pembebasan lahan semestinya telah rampung sebelum pekerjaan fisik dimulai agar proyek dapat memenuhi standar lebar dan keselamatan jalan nasional.

Andre Rosiade, yang mewakili Daerah Pemilihan Sumatera Barat, menyampaikan kritiknya secara langsung di hadapan warga setempat dan awak media. “Keterlambatan ini bukan sekadar administrasi, tapi langsung berdampak pada akses masyarakat, ekonomi lokal, dan keselamatan lalu lintas. Pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret, termasuk mempercepat negosiasi dan kompensasi yang adil bagi warga terdampak,” tegasnya.
Menurut informasi yang beredar, Bupati Jon Firman Pandu mengakui bahwa pembebasan lahan memang menjadi tantangan terbesar, dipengaruhi oleh keterbatasan fiskal daerah dan proses komunikasi dengan masyarakat. Namun, Andre menekankan agar tidak ada lagi alasan yang menunda, mengingat proyek ini telah mendapat prioritas nasional dengan alokasi anggaran signifikan.
Baca juga : Kapolres Melawi Tekankan Bhabinkamtibmas Jadi ‘Problem Solver’ di Tengah Masyarakat
Publik pun mulai mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pusat. Beberapa warga di sekitar lokasi menyatakan harapan agar relokasi dilakukan secara manusiawi tanpa membebani ekonomi keluarga, sementara yang lain mendukung kritik Andre agar proyek segera berjalan dan membawa manfaat jangka panjang seperti peningkatan mobilitas barang dan jasa serta pengurangan waktu tempuh ke wilayah sekitar.
Hingga kini, proses pembebasan lahan masih berlangsung, dengan harapan dapat segera tuntas agar pembangunan fisik tidak tertunda lebih jauh. Andre Rosiade menegaskan akan terus memantau perkembangan proyek ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada konstituen dan masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan.
Pewarta: Mayang Sari

