RI News Portal. Denpasar, 11 Desember 2025 – Gedung Presisi Polda Bali menjadi saksi pertemuan strategis antara legislatif nasional dan aparat penegak hukum wilayah ketika Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan melaksanakan kunjungan kerja reses pada Kamis (11/12). Kunjungan yang dipimpin langsung Ketua Komisi III, Dr. Habiburokhman, S.H., M.H., ini bertujuan melakukan evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan penegakan hukum terpadu serta pengamanan kawasan di Provinsi Bali, terutama dalam konteks posisinya sebagai gerbang pariwisata internasional Indonesia.
Rombongan Komisi III disambut Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi para Pejabat Utama Polda Bali, pimpinan Kejaksaan Tinggi Bali, serta Kepala BNN Provinsi Bali. Kehadiran lintas institusi ini mencerminkan pendekatan kolaboratif yang semakin menguat dalam menghadapi tantangan keamanan kompleks di Bali, mulai dari kriminalitas konvensional, peredaran narkotika, hingga potensi gangguan keamanan berskala besar.
Dalam paparannya, Kapolda Daniel Adityajaya menyoroti sejumlah capaian strategis sepanjang tahun 2025, khususnya dalam pengendalian angka kriminalitas dan pengungkapan jaringan narkotika lintas negara yang kerap menjadikan Bali sebagai transit point. Lebih jauh, ia memaparkan arsitektur pengamanan berlapis yang kini menjadi ciri khas Polda Bali.

“Kami mengedepankan preventive strike melalui patroli berintensitas tinggi, penguatan pengamanan objek vital nasional, dan optimalisasi kawasan wisata prioritas,” ungkap Irjen. Daniel. “Integrasi CCTV dengan Command Center berbasis kecerdasan buatan memungkinkan deteksi dini terhadap setiap anomali perilaku di ruang publik, sehingga respons dapat dilakukan dalam hitungan menit.”
Kapolda juga menegaskan kesiapan penuh institusinya mengawal berbagai agenda nasional dan internasional yang akan digelar di Bali sepanjang tahun 2026, sekaligus menjamin rasa aman bagi jutaan wisatawan yang setiap tahun memilih Bali sebagai destinasi utama.
Mendengar pemaparan tersebut, Dr. Habiburokhman menyampaikan apresiasi tinggi atas profesionalitas dan inovasi yang ditunjukkan Polda Bali. Menurutnya, keberhasilan menjaga citra Bali sebagai salah satu destinasi teraman di dunia merupakan bukti nyata efektivitas sinergi antara aparat penegak hukum di lapangan dengan dukungan legislasi dari DPR.
Baca juga : Transparansi Proses Seleksi Pamong Dukuh dan Staf Kalurahan Tepus Tuai Apresiasi
“Bali bukan sekadar destinasi wisata, melainkan etalase Indonesia di mata dunia. Keberhasilan Polda Bali menjaga stabilitas keamanan di tengah tekanan kunjungan wisatawan yang terus meningkat patut mendapat dukungan penuh,” ujar Habiburokhman.
Komisi III secara khusus menyatakan akan memperjuangkan alokasi anggaran tambahan untuk modernisasi sarana prasarana kepolisian, penguatan sumber daya manusia, serta pengembangan sistem deteksi dini berbasis teknologi di Bali pada pembahasan anggaran tahun mendatang.

Kunjungan kerja reses kali ini menegaskan kembali pentingnya hubungan fungsional antara legislatif dan eksekutif di bidang hukum dan keamanan. Di luar masa sidang, anggota Komisi III memanfaatkan momentum reses untuk menyerap aspirasi langsung dari konstituen dan aparat di daerah, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang lahir di Senayan memiliki relevansi dan dampak nyata di lapangan.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama bahwa Bali akan terus dipertahankan sebagai provinsi yang aman, tertib, dan kondusif, baik bagi penduduk lokal maupun bagi wisatawan mancanegara. Sinergi yang terjalin hari ini diharapkan menjadi fondasi bagi langkah-langkah preventif dan represif yang lebih terintegrasi di masa mendatang.
Pewarta : Kade NAL

