RI News Portal. Wonogiri, 1 Februari 2026 – Di bawah terik matahari Lapangan Tembak Sanika Satyada Polres Wonogiri, Kecamatan Wuryantoro, Minggu pagi tadi, 154 penembak dari berbagai latar belakang bersaing bukan hanya melawan waktu, melainkan juga membuktikan bahwa olahraga menembak bisa menjadi jembatan harmoni antara aparat keamanan, komunitas sipil, dan masyarakat luas.
Acara Lomba Menembak King of Plate yang digelar bersama Perbakin serta Gajah Mungkur Shooting Club (GMSC) Wonogiri berlangsung intens selama lebih dari lima jam, mulai pukul 09.00 hingga 14.30 WIB. Peserta mencakup personel Polri, anggota komunitas olahraga tembak profesional, hingga warga umum yang memiliki minat dan lisensi legal atas aktivitas tersebut. Hadir pula sejumlah pejabat Forkopimda Kabupaten Wonogiri, perwakilan Perbakin wilayah Soloraya, jajaran Polres sekitar Soloraya, serta beberapa influencer dan konten kreator yang turut menyemarakkan suasana.
Menggunakan pistol HS kaliber 9 mm laras pendek dengan jarak tembak standar 15 meter, setiap peserta diberi kesempatan menembakkan lima peluru untuk menumbangkan lima plat besi sasaran. Sistem penilaian sederhana namun menantang: waktu tercepat menyelesaikan seluruh target menjadi penentu kemenangan, dengan syarat semua plat harus jatuh sempurna.

Puncak prestasi diraih Aipda Arifin, S.H., anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Tengah. Dengan catatan waktu 6,51 detik, ia berhasil menjatuhkan seluruh plat tanpa satu pun kegagalan—sebuah performa yang langsung mengunci gelar juara pertama. Hadiah berupa satu unit sepeda motor, piala bergengsi, serta medali menjadi pengakuan atas ketepatan, kecepatan, dan disiplinnya di lapangan.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, menekankan dimensi yang lebih luas dari gelaran ini. “Ini bukan sekadar kompetisi kecepatan dan akurasi,” ujarnya. “Lomba semacam King of Plate menjadi instrumen strategis untuk mempererat sinergi lintas sektor. Polri, Forkopimda, organisasi olahraga seperti Perbakin, komunitas shooting club, hingga masyarakat biasa, semuanya terlibat dalam satu wadah yang sama. Ini juga pesan penting: olahraga menembak yang legal, terkontrol, dan berstandar tinggi justru memperkuat rasa aman dan profesionalisme, bukan sebaliknya.”
Keikutsertaan influencer dan konten kreator dalam acara ini mendapat sorotan khusus. Menurut AKP Anom, kehadiran mereka memperluas jangkauan narasi positif Polri di ranah digital. “Masyarakat kini bisa menyaksikan langsung bagaimana institusi kepolisian hadir secara humanis dan terbuka, sekaligus aktif mendukung pembinaan prestasi olahraga yang aman dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Baca juga : Tragedi Sambaran Petir di Lereng Baturraden: Satu Nyawa Melayang, Empat Korban Masih Berjuang
Sepanjang jalannya kegiatan, situasi lapangan tetap terkendali dengan baik—aman, tertib, dan kondusif tanpa insiden berarti. Polres Wonogiri menyatakan harapan agar format serupa dapat menjadi agenda rutin, tidak hanya sebagai ajang kompetisi, melainkan juga sarana pembinaan talenta, penguatan solidaritas antarlembaga, serta upaya berkelanjutan meningkatkan kepercayaan publik terhadap korps Bhayangkara.
Dengan demikian, King of Plate 2026 di Wonogiri tidak hanya mencatat rekor waktu 6,51 detik, tetapi juga menjadi simbol bagaimana aktivitas olahraga yang kerap dipandang eksklusif mampu dihadirkan sebagai ruang inklusif bagi pembangunan kebersamaan sosial di tingkat daerah.
Pewarta: Nandang Bramantyo

