Skip to content
22/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Ketua DPRD Madina Desak Pemerintah Tegas Hadapi Keluhan Masyarakat Pantai Barat soal Perkebunan Bermasalah

Ketua DPRD Madina Desak Pemerintah Tegas Hadapi Keluhan Masyarakat Pantai Barat soal Perkebunan Bermasalah

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 2 min read
Hadapi Keluhan Masyarakat Pantai Barat soal Perkebunan Bermasalah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Padangsidimpuan, 21 Oktober 2025 – Rentetan keluhan warga Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terkait praktik perkebunan yang merugikan menjadi sorotan utama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina, Erwin Efendi Lubis. Dalam pernyataan resminya, politisi senior ini menyoroti dua perusahaan utama, PT Palmaris Raya dan PT Rendi Permata Raya, yang disebut-sebut sebagai biang kerok gaduh berkepanjangan di wilayah tersebut.

Erwin, yang ditemui di ruang kerjanya pada Senin (20/10), menegaskan bahwa keberadaan perkebunan di Madina justru menimbulkan lebih banyak kerugian daripada manfaat bagi masyarakat sekitar. “Kita semua tahu bahwa perkebunan di sini sering kali melakukan kesalahan fatal terhadap rakyat, khususnya PT Palmaris Raya dan PT Rendi Permata Raya. Kedua entitas ini selalu menciptakan kegaduhan di Madina,” ujarnya dengan nada tegas, mencerminkan frustrasi yang telah menumpuk selama bertahun-tahun.

Menurut Erwin, pemerintah daerah wajib bersikap tegas dan memihak pada kepentingan masyarakat. “Selama ini, alih-alih membawa kesejahteraan, perkebunan-perkebunan ini hanya menyisakan kericuhan dan keributan. Mulai dari isu koperasi desa yang terpinggirkan hingga pembagian plasma yang tidak adil, pengaduan warga ke DPRD terus mengalir deras,” tambahnya. Ia menekankan bahwa bupati dan jajaran eksekutif harus segera melakukan evaluasi mendalam serta verifikasi ulang terhadap operasional perusahaan-perusahaan tersebut, agar pemerintah tidak justru memperburuk situasi yang sudah pelik.

Lebih lanjut, Erwin mengkritik praktik yang dianggap mengeksploitatif oleh sebagian perusahaan. “Banyak di antaranya seolah-olah menipu dan meraup keuntungan sepihak dari masyarakat. Ambil contoh PT Palmaris Raya; pemerintah harus mempertanyakan Hak Guna Usaha (HGU) mereka secara serius. Warga Pantai Barat ini kasihan sekali, selalu dibenturkan dan dilaga-lagakan demi kepentingan korporasi, tanpa ada perhatian riil terhadap nasib mereka. PT Rendi Permata Raya pun harus lebih transparan dalam menyelesaikan persoalan dengan komunitas setempat,” tegasnya, menyoroti dinamika konflik yang telah meresap ke dalam kehidupan sehari-hari warga.

Sebagai respons potensial terhadap isu ini, DPRD Madina di bawah kepemimpinan Erwin berpeluang mengeluarkan rekomendasi resmi. Langkah tersebut bisa mencakup penghentian sementara operasional, sanksi administratif, serta kajian ulang izin usaha bagi perkebunan yang terbukti bermasalah. “Kami tidak akan tinggal diam. Rekomendasi ini bisa menjadi instrumen hukum untuk memaksa perubahan, demi menjaga keadilan sosial di Pantai Barat,” ungkap Erwin, menandakan komitmen legislatif yang lebih proaktif.

Baca juga : Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Sugihan, Wonogiri

Isu perkebunan di Madina bukanlah hal baru; sejak dekade lalu, wilayah Pantai Barat telah menjadi medan pertarungan antara ambisi ekonomi dan hak masyarakat adat. Namun, suara Erwin kali ini tampak lebih mendesak, didorong oleh lonjakan pengaduan yang mencapai puncaknya belakangan ini. Para aktivis lingkungan dan tokoh masyarakat setempat menyambut baik pernyataan ini, berharap menjadi titik balik menuju resolusi yang berkelanjutan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah belum memberikan tanggapan resmi. Namun, tekanan dari DPRD diyakini akan mendorong dialog multipartai dalam waktu dekat, guna mencegah eskalasi konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial-ekonomi di Madina.

Pewarta : Indra Saputra

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Sugihan, Wonogiri
Next: KLH dan Pemda Dorong Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Energi Bersih

Related Stories

Bunga Rafflesia Mekar Subur di Pekarangan Rumah Warga Jorong Tigo Balai
4 min read

Keajaiban Pekarangan: Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kampung Sumatera Barat, Sorotan Alam Langka

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 jam ago 0
Krisis Gaji di Balik Kemilau Kota
3 min read

Krisis Gaji di Balik Kemilau Kota: Mengapa ASN Padangsidimpuan Terjebak dalam Ketidakpastian Ekonomi?

Jurnalis RI News Portal Posted on 9 jam ago 0
Bukittinggi Kembalikan Sekolah Enam Hari
2 min read

Bukittinggi Kembalikan Sekolah Enam Hari: Evaluasi 2025 Dorong Maksimalisasi Waktu Belajar Siswa SD-SMP

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Keajaiban Pekarangan: Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kampung Sumatera Barat, Sorotan Alam Langka
  • Krisis Gaji di Balik Kemilau Kota: Mengapa ASN Padangsidimpuan Terjebak dalam Ketidakpastian Ekonomi?
  • Bukittinggi Kembalikan Sekolah Enam Hari: Evaluasi 2025 Dorong Maksimalisasi Waktu Belajar Siswa SD-SMP
  • Kanwil Kemenkum Bali Gerak Cepat Revisi Anggaran 2026 demi Efisiensi dan Ketepatan Sasaran
  • Dukungan Fiskal Pusat untuk Sumatra Utara: Langkah Strategis Menuju Pemulihan Pascabencana
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.