RI News. Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menegaskan bahwa pihaknya siap mengoperasikan tambahan empat unit pesawat angkut berat Airbus A400M, menunggu keputusan resmi dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Pernyataan ini disampaikan usai upacara peringatan HUT ke-80 TNI AU di Markas Besar AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026).
“Sebagai pengguna, kekuatannya berada di tangan Panglima TNI. Jadi saya siapkan, Panglima yang akan menggunakan,” ujar Tonny dalam jumpa pers. Menurutnya, TNI AU berperan sebagai operator utama setiap alat utama sistem senjata (alutsista) yang diakuisisi Kemhan, termasuk tanggung jawab atas perawatan, pembinaan awak, serta pembangunan infrastruktur pendukung.
Tonny menambahkan bahwa TNI AU juga memastikan seluruh awak pesawat mendapatkan pelatihan yang memadai dan berkualitas tinggi. “Jadi, pengembangan pesawat A400M, kami menunggu dari Kemhan sesuai dengan tupoksi kami, tetapi Angkatan Udara bersiap,” tegasnya.

Saat ini, TNI AU telah menerima dua unit A400M baru buatan Airbus. Pesawat angkut strategis ini dikenal memiliki kemampuan multirole, mampu mengangkut pasukan, kargo berat hingga 37 ton, serta mendukung misi pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling) dalam varian tertentu. Kehadirannya diharapkan semakin memperkuat mobilitas udara TNI dalam operasi militer maupun nonmiliter, seperti bantuan kemanusiaan dan logistik di wilayah kepulauan Indonesia yang luas.
Pada November 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah telah aktif dalam kontrak dua unit A400M dan memiliki opsi untuk menambah empat unit lagi. “Kita sudah ada opsi empat unit. Kita mungkin negosiasi untuk kita tanda tangan (pembelian) empat unit lagi,” kata Prabowo saat menyambut unit pertama di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Hingga kini, Kemhan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kelanjutan opsi pembelian tersebut. Proses negosiasi diperkirakan melibatkan aspek anggaran, teknologi transfer, serta integrasi dengan sistem pertahanan nasional yang sedang diperkuat.
Baca juga : Mekanisme Berlapis Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis: “You Are Never Alone”
Pengamat pertahanan menilai penambahan armada A400M dapat menjadi langkah penting dalam modernisasi TNI AU, terutama untuk mendukung doktrin pertahanan berlapis yang menekankan kemandirian dan proyeksi kekuatan cepat di seluruh wilayah NKRI. Pesawat ini dinilai lebih unggul dibandingkan generasi sebelumnya dalam hal jangkauan, muatan, dan fleksibilitas operasional di medan yang beragam.
Dengan semangat HUT ke-80 TNI AU yang mengusung tema pengabdian tanpa batas, kesiapan TNI AU ini mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga kedaulatan udara sekaligus mendukung pembangunan nasional. Keputusan akhir dari Kemhan nantinya akan menentukan seberapa cepat peningkatan kemampuan angkut strategis ini terealisasi.
Pewarta : Yudha Purnama

