RI News Portal. Brebes, 1 Januari 2026 – Di tengah euforia pergantian tahun yang biasanya dirayakan dengan pesta dan keramaian, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, mengambil pendekatan yang berbeda dan penuh makna. Pada malam 31 Desember 2025 hingga dini hari 1 Januari 2026, ia bersama jajaran pemerintah kabupaten dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kunjungan langsung dari rumah ke rumah warga kurang mampu serta penyandang disabilitas.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan materiil berupa paket sembako, uang tunai, dan perlengkapan kebutuhan pokok, melainkan juga membuka ruang interaksi mendalam. Kunjungan door-to-door tersebut menjadi wadah silaturahmi dan dialog terbuka, di mana bupati mendengarkan aspirasi serta cerita langsung dari masyarakat yang sering kali berada di pinggiran perhatian publik.
Dalam pernyataannya, Bupati Paramitha menekankan bahwa esensi pergantian tahun baru bukan semata-mata kegembiraan pribadi atau kelompok, melainkan kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan. “Kelompok rentan seperti warga kurang mampu dan penyandang disabilitas merupakan integral dari komunitas Brebes yang harus terus mendapatkan prioritas perlindungan dan dukungan,” ungkapnya di sela-sela kunjungan.

Pendekatan ini mencerminkan paradigma kepemimpinan yang berorientasi pada inklusi sosial, di mana kebijakan publik tidak hanya diukur dari indikator makroekonomi, tetapi juga dari dampak mikro terhadap lapisan masyarakat paling vulnerabel. Dalam konteks pembangunan daerah, langkah semacam ini dapat dilihat sebagai upaya memperkuat kohesi sosial dan mengurangi disparitas, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menekankan tidak ada satu pun yang tertinggal.
Respons masyarakat terhadap inisiatif ini terlihat sangat positif, dengan dokumentasi kegiatan yang tersebar cepat di ruang digital dan memicu gelombang apresiasi luas. Banyak yang menilai aksi ini sebagai manifestasi kepemimpinan yang autentik dan dekat dengan rakyat, di mana empati menjadi pilar utama dalam menavigasi tantangan governance kontemporer.
Baca juga :
Di awal tahun 2026, momen ini menyisakan pesan mendalam: bahwa kemajuan sejati sebuah wilayah tidak hanya dihitung dari pertumbuhan infrastruktur atau ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemimpinnya untuk hadir secara fisik dan emosional di tengah masyarakat yang membutuhkan. Langkah Bupati Paramitha ini boleh jadi menjadi inspirasi bagi praktik kepemimpinan daerah lain di Indonesia, menggeser paradigma perayaan formal menuju aksi solidaritas yang lebih substantif.
Pewarta : Ikhwanudin

