RI News Portal. Bandung, 7 Desember 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat, bekerja sama dengan Persatuan Islam (Persis), menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk “Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru Pendidikan Dasar”. Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini melibatkan ratusan pendidik dan kepala lembaga dari jenjang PAUD hingga menengah atas di bawah naungan Persis.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan pada pembukaan acara, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) bukanlah kurikulum baru, melainkan pendekatan pedagogis yang menempatkan penguasaan substansi materi sebagai prasyarat utama sebelum memilih strategi penyampaian.
“Yang paling krusial adalah ‘what to teach’ sebelum ‘how to teach’. Tanpa penguasaan konten yang komprehensif oleh guru, kita akan terus menghadapi kesenjangan antara pemahaman konseptual dan kemampuan aplikatif siswa,” tegas Atip.

Ia merujuk data asesmen nasional terbaru yang menunjukkan paradoks klasik dalam pembelajaran matematika dan literasi: siswa mampu menjawab soal prosedural dengan benar, tetapi gagal ketika diminta mengaitkan konsep tersebut dengan masalah kehidupan nyata. Fenomena serupa juga terdeteksi pada kemampuan membaca pemahaman, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Menurut Atip, pembelajaran mendalam harus bertumpu pada tiga pilar utama:
- Meaningful learning – pembelajaran yang memiliki makna bagi kehidupan peserta didik;
- Penguatan kemampuan mengkontekstualisasikan ilmu dalam situasi faktual sehari-hari;
- Kombinasi mindful learning dan joyful learning agar proses belajar berlangsung tanpa tekanan berlebih bagi guru maupun siswa.
“Belajar tidak boleh terjadi dalam suasana tertekan. Guru juga harus kita bebaskan dari beban administratif yang tidak esensial agar energi mereka sepenuhnya tercurah pada proses mengajar yang bermakna,” imbuhnya.
Pelatihan kali ini diikuti 342 pendidik dan kepala lembaga, terdiri atas 236 guru (172 guru PAUD dan 64 guru SD) serta 106 kepala sekolah (61 kepala PAUD, 26 kepala SD, 13 kepala SMP, 4 kepala SMA, dan 2 kepala SMK) yang berasal dari satuan pendidikan di bawah naungan Persis di berbagai wilayah Jawa Barat. Para peserta mendapat pendampingan intensif dari widyaiswara BBGTK Jawa Barat yang memiliki spesialisasi bidang studi masing-masing.

Atip juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru melalui berbagai program, mulai dari penyediaan fasilitas pembelajaran, beasiswa strata lanjutan, hingga tunjangan khusus bagi guru non-PNS. “Penguatan konten mastery guru adalah fondasi utama keberhasilan pembelajaran mendalam. Tanpa itu, semua inovasi metodologi hanya akan menjadi tempelan kosmetik,” tandasnya.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis Kemendikdasmen dalam merespons rendahnya skor PISA dan asesmen nasional di domain penerapan konsep, sekaligus menjawab kebutuhan pendidikan berbasis karakter dan konteks lokal yang selama ini menjadi kekhasan lembaga-lembaga pendidikan Islam.
Pewarta : Yudha Purnama

