RI News Portal. Jakarta 27 Desember 2025 – Manchester United berhasil kembali ke trek positif dengan meraih kemenangan 1-0 atas Newcastle United pada pekan ke-18 Liga Primer Inggris, yang digelar di Old Trafford pada Jumat malam waktu setempat (26 Desember 2025). Gol tunggal dari bek sayap Patrick Dorgu menjadi penentu, menandai kontribusi signifikan dari pemain asal Denmark yang baru bergabung dengan klub pada awal tahun ini.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, di mana kedua tim menunjukkan orientasi menyerang. Manchester United, di bawah arahan Ruben Amorim, menciptakan peluang awal melalui sundulan Casemiro yang melenceng dari sasaran. Newcastle merespons dengan tandukan Bruno Guimarães yang juga tidak tepat sasaran. Dominasi serangan ini mencerminkan pendekatan taktis kedua pelatih: Amorim dengan formasi fleksibel yang memanfaatkan kecepatan sayap, sementara Eddie Howe mengandalkan pressing tinggi untuk merebut bola di area lawan.
Keunggulan tuan rumah tercipta pada menit ke-24. Bola liar di kotak penalti Newcastle berhasil disambar Dorgu dengan tendangan voli keras yang tak mampu dihalau kiper Aaron Ramsdale. Gol ini tidak hanya menjadi yang pertama bagi Dorgu bersama Manchester United, tetapi juga menyoroti peran barunya sebagai elemen serang dari posisi bek sayap—sebuah adaptasi taktis yang terbayar lunas.

Setelah gol tersebut, Manchester United semakin percaya diri. Dorgu nyaris menggandakan keunggulan usai menerima umpan terobosan dari Matheus Cunha, namun tendangannya berhasil ditepis Ramsdale. Peluang emas lainnya datang dari Benjamin Šeško, yang melepaskan tembakan keras tetapi hanya membentur mistar gawang. Di babak kedua, Newcastle meningkatkan intensitas serangan, mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa scramble di area pertahanan tuan rumah. Meski demikian, lini belakang Manchester United, dipimpin Lisandro Martínez, tampil disiplin dan berhasil menjaga clean sheet—sebuah pencapaian langka yang menunjukkan peningkatan stabilitas defensif di bawah Amorim.
Kemenangan ini membawa Manchester United naik ke posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 29 poin dari 18 pertandingan, tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen Arsenal. Hasil ini menjadi modal penting bagi tim yang sedang membangun momentum pasca-pergantian manajemen, terutama dengan jadwal mendatang melawan tim-tim papan bawah. Sementara itu, Newcastle tertahan di peringkat 11 dengan 23 poin, berjarak aman 10 poin dari zona degradasi, namun kegagalan meraih poin di laga tandang ini menyoroti masalah konsistensi away mereka sepanjang 2025.
Baca juga : Perayaan Natal Bersama GKJ Baturetno di Giriwoyo: Simbol Toleransi dan Sinergi Keamanan di Wonogiri
Dari perspektif akademis, pertandingan ini mengilustrasikan evolusi taktik di Liga Primer modern: pemanfaatan full-back sebagai sumber gol (seperti peran Dorgu) dan ketergantungan pada transisi cepat. Bagi Manchester United, kemenangan grit ini dapat menjadi titik balik psikologis, sementara Newcastle perlu mengevaluasi efektivitas finishing di bawah tekanan. Pertemuan ini sekali lagi membuktikan bahwa di liga kompetitif seperti ini, efisiensi di depan gawang sering kali lebih menentukan daripada dominasi penguasaan bola.
Pewarta : Vie

