RI News Portal. Medan, 4 Januari 2026 – Program revitalisasi pendidikan nasional yang digalakkan pemerintah telah menunjukkan kemajuan signifikan, dengan realisasi mencapai lebih dari 85 persen secara keseluruhan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa target penyelesaian seluruh pembangunan infrastruktur ditetapkan pada awal 2026, sebagai upaya mendukung proses pembelajaran yang lebih berkualitas dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam pidatonya pada acara peresmian sekolah penerima bantuan revitalisasi di salah satu sekolah menengah kejuruan di Medan, Mu’ti menekankan bahwa revitalisasi ini merupakan pondasi utama bagi peningkatan mutu pendidikan nasional. Program tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga pada pembangunan unit sekolah baru, dengan dukungan anggaran substantial dari pemerintah pusat. Secara nasional, inisiatif ini melibatkan ribuan satuan pendidikan, didukung oleh alokasi dana yang mencapai triliunan rupiah.
Revitalisasi ini diintegrasikan dengan upaya transformasi digital yang masif. Pemerintah telah mendistribusikan perangkat pembelajaran interaktif digital ke ratusan ribu satuan pendidikan di seluruh nusantara, bertujuan untuk memperkaya proses belajar mengajar melalui teknologi modern. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi kesenjangan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil, dengan menyediakan tools yang memungkinkan interaksi lebih dinamis antara guru dan siswa.

Di tingkat regional, khususnya Sumatra Utara, program ini telah mencakup ratusan satuan pendidikan lintas jenjang, dengan alokasi dana yang signifikan. Mayoritas proyek pembangunan telah memasuki tahap akhir, sementara sebagian besar telah rampung total. Demikian pula dengan aspek digitalisasi, di mana distribusi perangkat hampir tuntas, meninggalkan hanya sedikit unit yang masih dalam proses pengiriman.
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, menyambut baik inisiatif pusat ini, menyebutnya selaras dengan agenda pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus utama dalam rencana lima tahun ke depan, dengan penyesuaian prioritas yang mengacu pada program nasional. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan bersama, yaitu menciptakan generasi yang lebih kompetitif melalui akses pendidikan yang inklusif dan inovatif.
Baca juga : Kunjungan Negara Presiden Lee Jae-myung ke China: Ditengah Dinamika Regional Asia Timur Laut
Dari perspektif akademis, kemajuan program ini mencerminkan komitmen struktural terhadap pembangunan sumber daya manusia. Revitalisasi infrastruktur dan digitalisasi tidak hanya menyelesaikan masalah fisik sekolah, tetapi juga membuka peluang untuk reformasi pedagogis yang lebih mendalam. Namun, keberhasilan jangka panjang bergantung pada monitoring berkelanjutan, pelatihan guru, dan adaptasi kurikulum terhadap teknologi baru. Inisiatif semacam ini berpotensi menjadi model bagi negara berkembang lain dalam menyeimbangkan investasi infrastruktur dengan inovasi digital untuk pemerataan pendidikan.
Pewarta : Adi Tanjoeng

