RI News. Sukau, Lampung Barat – Ratusan warga Kecamatan Sukau, didominasi masyarakat Pekon Tanjung Raya dan Pekon Hanakau, mendatangi kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Limau Kunci Unit II Sukau pada Kamis pagi. Mereka menuntut tanggung jawab pengelola PDAM atas gangguan pasokan air bersih yang telah berlangsung hampir satu bulan penuh.
Aksi damai tersebut berlangsung cukup tegang namun tertib. Warga secara bergantian menyampaikan keluhan mereka langsung di depan petugas yang bertugas. Menurut salah seorang perwakilan massa aksi sekaligus konsumen setia PDAM, masalah ini bukan sekadar keluhan sementara, melainkan sudah menjadi persoalan berulang selama bertahun-tahun.
“Kami sebagai konsumen hanya menuntut hak kami. Setiap bulan kami bayar kewajiban tepat waktu, tapi hak atas air bersih yang seharusnya kami terima tidak diberikan oleh PDAM,” ujarnya dengan nada tegas di hadapan kerumunan warga.

Ia menambahkan bahwa ketidakpuasan masyarakat sudah mencapai puncak. “Ini bukan masalah baru satu atau dua minggu. Sudah bertahun-tahun, tapi PDAM seakan tidak pernah serius melakukan perbaikan yang mendasar,” lanjutnya.
Salah satu yang paling menyulut emosi warga adalah perilaku petugas penagihan tagihan bulanan. “Setiap bulan petugas datang nagih, kalau telat langsung mengancam akan memutus sambungan. Tapi ketika air tidak mengalir, tidak ada kejelasan kapan diperbaiki,” tegas perwakilan massa tersebut.
Warga mengaku kesulitan besar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air bersih yang seharusnya mengalir melalui pipa PDAM kini hanya menjadi harapan. Banyak keluarga terpaksa mencari alternatif dengan membeli air dari sumber lain atau mengandalkan sumur yang kualitasnya tidak selalu terjamin.
Baca juga : Arus Balik Lebaran 2026: Perantau Serbu Oleh-Oleh Khas Wonogiri, Industri Rumahan Kembali Menggeliat
Merespons aksi tersebut, petugas PDAM Limau Kunci Unit II Sukau yang menerima kedatangan massa memberikan pernyataan resmi. Mereka berjanji akan segera melakukan perbaikan dan memastikan pasokan air kembali normal dalam waktu satu minggu ke depan.
Namun, massa aksi tidak begitu saja menerima janji tersebut. Mereka menegaskan sikap tegas: jika dalam satu minggu tidak ada perubahan nyata dan aliran air belum mengalir seperti semestinya, mereka akan kembali dengan jumlah yang lebih besar untuk menuntut solusi yang lebih konkret.

Aksi ini menjadi sorotan karena mencerminkan ketegangan yang telah lama terpendam antara pelanggan PDAM dan pengelola layanan publik di wilayah tersebut. Warga berharap pengelola PDAM segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi air, termasuk perawatan infrastruktur pipa dan peningkatan kapasitas sumber air, agar persoalan serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pimpinan PDAM Limau Kunci mengenai akar permasalahan yang menyebabkan gangguan pasokan air di Kecamatan Sukau. Masyarakat tetap memantau komitmen perbaikan yang telah dijanjikan.
Pewarta : Atalinsyah

